SBY Sebut Selama 10 Tahun Memimpin Tak Pernah Ganggu dan Rusak Partai Lain

  Sabtu, 06 Maret 2021   Andres Fatubun
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

BOGOR, AYOSURABAYA.COM -- Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku prihatin dengan adanya sosok yang memiliki kekuasaan tengah mengusik partainya. Padahal, selama 10 tahun menjadi presiden sebelumnya, ia tak pernah merusak partai lain.

"Selama 10 tahun saya memimpin Indonesia dulu, baik secara pribadi maupun Partai Demokrat yang saya bina, tidak pernah mengganggu dan merusak partai lain, seperti yang kami alami saat ini," ujar SBY di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jumat (5/3).

AYO BACA : 5 Manfaat Pisang, Turunkan Berat Badan dan Kontrol Tekanan Darah

Ia mengatakan, praktik politik yang dipertontonkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko tak mencerminkan sikap kesatria. Tak segan, ia menyebut Moeldoko dan pelaku kudeta benar-benar tega melakukan ini kepada pihaknya.

"Hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara ini, banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya KSP Moeldoko bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," ujar SBY.

AYO BACA : Jadi Salah Satu Cara Sembuh dari Covid-19, Ini Harga Plasma Konvalesen

Moeldoko justru hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira yang pernah bertugas dalam jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). SBY pun meminta maaf karena pernah menunjuk Moeldoko sebagai panglima TNI ketika dia menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun kehadirat Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu," ujar SBY.

Kendati demikian, ia mengaku tetap yakin dengan Presiden Joko Widodo memiliki integritas dan kearifan dalam menyikapi gerakan pengambilalihan Partai Demokrat. Pemerintah dan negara juga tetap dipercaya SBY akan bertindak adil terhadap permasalahan ini.

"Saya tetap percaya bahwa Bapak Presiden Jokowi memiliki integritas dan kearifan dalam menyikap gerakan pendongkelan dan perebutan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah ini," ujar SBY.

AYO BACA : Bahasa Jawa Timuran Diangkat di Film Terbaru Bayu Skak, Syuting Akan di Surabaya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar