Kasus Kematian Covid-19 Akibat Komorbid di Kota Madiun Tinggi

  Sabtu, 06 Maret 2021   Andres Fatubun
Pasien Covid-19 meninggal. (ayobandung)

JOMBANG, AYOSURABAYA.COM -- Kasus kematian Covid-19 di Kota Madiun cukup tinggi, sudah menyentuh 102 kasus. Kebanyakan karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Pasien Covid-19 dengan komorbid ini dianjurkan menjalani isolasi di rumah sakit.

‘’Biarpun rumah memungkinkan untuk dijadikan isolasi mandiri, pasien Covid-19 dengan komorbid baiknya melakukan isolasi di rumah sakit. Sebab, kita tidak pernah tahu kapan komorbidnya itu memburuk,’’ kata Nadiya Auliya Nabila, Dokter Puskesmas Tawangrejo, Sabtu (6/3/2021).

Sebab, risiko kematian pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta cukup tinggi. Rata-rata memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, jantung, hingga stroke. Nadiya menyebut mereka sejatinya bisa melakukan isolasi di rumah asal tidak memiliki riwayat sesak atau membutuhkan alat pernafasan. Namun, yang bersangkutan harus dipastikan dalam kondisi bagus. Misalnya gula darahnya sedang tidak tinggi atau kelewat rendah.

AYO BACA : 5 Manfaat Pisang, Turunkan Berat Badan dan Kontrol Tekanan Darah

‘’Yang bersangkutan harus bisa bertanggungjawab atas kondisinya masing-masing. Saat memang butuh perawatan lebih lanjut, baiknya segera ke rumah sakit,’’ ungkapnya.

Hal tersebut penting mengingat banyaknya kasus kematian lantaran keterlambatan dalam perawatan. Kondisi pasien yang dibawa ke rumah sakit sudah kelewat akut. Alhasil, penanganan juga kurang maksimal.

Dokter Ratih Kumala Sari, dokter lain di Puskesmas Tawangrejo menyebut pasien Covid dengan komorbid yang menjalani isolasi di rumah harus dapat mengontrol komorbidnya tersebut. Dia mencontohkan pasien Covid-19 dengan diabetes harus tetap mengkonsumsi obat pengontrol gula darahnya.

AYO BACA : Jadi Salah Satu Cara Sembuh dari Covid-19, Ini Harga Plasma Konvalesen

Selain itu, juga harus dapat mengubah pola hidupnya. Meningkatkan imunitas memang butuh asupan bergizi. Namun, untuk pasien diabetes tentu juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar gula darah tak melonjak.

‘’Komorbidkan tidak bisa disembuhkan. Bisanya dikontrol. Pertama ya harus dapat mengontrol komorbidnya agar tak memburuk selama isolasi,’’ ungkapnya.

Memang, ada juga pasien Covid-19 yang meninggal tanpa disertai komorbid. Namun, presentasenya kecil. Kebanyakan mereka yang meninggal karena memiliki penyakit penyerta. Karenanya, Ratih menyarankan untuk tetap menjalani perawatan di rumah sakit agar bisa ditangani secara maksimal.

‘’Yang penting bisa mengontrol komorbidnya. Tetapi memang beresiko misal komorbidnya memburuk saat malam hari dan cukup jauh dari rumah sakit,’’ pungkasnya.

AYO BACA : Bahasa Jawa Timuran Diangkat di Film Terbaru Bayu Skak, Syuting Akan di Surabaya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar