Akademisi Minta Eri dan Armudji Perhatikan Peninggalan Sejarah Surabaya

  Minggu, 07 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Sejumlah bangunan tua bersejarah di Surabaya. (Thunder)

GUBENG, AYOSURABAYA.COM -- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Armudji, digadang-gadang warganya mampu meneruskan perjuangan pemimpin sebelumnya, Tri Rismaharini. Mulai dari permasalahan kesehatan, pendidikan, hingga menyetabilkan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Namun, ada Pekerjaan Rumah lain yang harus digarap mereka. Apa itu?

Dosen Sejarah di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Purnawan Basundoro, mengatakan seyogyanya wali kota baru tersebut turut melestarikan wisata di kota pahlawan. Sebab, masih ada sejumlah peninggalan bersejarah yang sampai saat ini terkesan tidak terawat.

Purnawan menganggap destinasi wisata sejarah dirasa perlu diperbaharui. Terutama, di beberapa bangunan kolonial yang masih berdiri kokoh di kawasan Surabaya Utara memerlukan perhatian khusus.

"Ini (bangunan lama) harus menjadi destinasi wisata kota sejarah untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya," ujar Purnawan saat mengawali perbincangan dengan AyoSurabaya.com, Minggu (7/3/2021).

Kawasan-kawasan lama yang dimaksud Purnawan seperti Pasar Pabean dan kota tua di Jalan Veteran Surabaya. Menurutnya, kawasan tersebut bisa disulap menjadi wisata pasar tradisional. Begitu juga dengan area tepi Kalimas.

"Dulunya, Kalimas kan pelabuhan yang penting, jadi kita harus menawarkan itu kepada masyarakat luas dan harus diangkat menjadi keunikan dari kota Surabaya," sambung pakar sejarah jujukan arek Suroboyo itu.

Dengan cara semacam itu, lanjut Purnawan, kawasan-kawasan lama akan terawat. Sebab, dengan seringnya didatangi pengunjung, otomatis akan ada upaya merawat lebih baik lagi.

Purnawan menyayangkan destinasi wisata di Surabaya yang cenderung ke arah modern. Meski bisa mengangkat roda perekonomian masyarakat luas dan mengikuti perkembangan zaman, namun Surabaya, kata dia, harus memiliki wisata unik, nyentrik, nan klasik seperti di daerah-daerah lain yang tak melupakan sejarah.

"Sejarah kota Surabaya itu akan diketahui banyak orang dengan menawarkan itu (wisata sejarah) kepada khalayak. Nah, kekayaan ini yang belum dimanfaatkan secara maksimal, karena selama ini Surabaya hanya menawarkan wisata ekonomi, wisata belanja seperti pasar modern di mana-mana. Tetapi, yang ini (wisata sejarah) belum ada," paparnya.

Dengan diadakannya wisata sejarah itu, Purnawan menilai akan ada nilai plus dari masyarakat kepada pemimpin Kota Surabaya yang baru. Selain itu, bisa menjadi sarana edukasi yang riil kepada peserta didik maupun wisatawan yang tengah melancong ke Surabaya.

Terlebih, selama ini proses pembelajaran sejarah cenderung berada di kelas. Apalagi, saat ini tengah dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) via daring. Dengan demikian, Purnawan meyakini hal tersebut lebih efektif. Pun dengan pendapatan yang bisa diperoleh untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). 

"Menurut saya, ini (wisata sejarah) penting untuk pembelajaran masyarakat terhadap sejarah, terutama untuk pelajar. Selama ini pelajaran kan hanya di kelas dan membosankan, tapi kalau dibawa ke lokasi langsung tentang yang berkaitan sejarah kota Surabaya, maka akan bisa langsung melihat dan pasti akan jauh lebih menarik dibanding hanya mendengarkan saja penjelasan dari orang, tanpa harus melihat realita yang ada," jelas Pemenang Insentif Buku Ajar Ditjen Dikti 2013 itu.

Purnawan menganggap, wisata heritage perlu dikedepankan lebih lanjut. Mengingat, Surabaya tak memiliki wisata alam seperti gunung, air terjun, hingga pantai yang eksotis seperti sejunlah daerah lain. 

"Kalau gunung, kan tidak punya. Pantai? Juga tidak seindah dengan kawasan-kawasan lain seperti di Banyuwangi dan daerah lain misalnya. Wisata wisata sejarah itu, harus setara dengan kawasan wisata lain yang sering dikunjungi, saya kira ini menjadi fokus oleh pemerintah kota untuk membangkitkan wisata Surabaya. Saya kira, wali kota baru ini, Pak Eri harus memperhatikan peninggalan sejarah ini untuk disulap menjadi destinasi wisata di kota Surabaya," tutupnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar