Kata Para Puan di Surabaya tentang International Womens Day

  Senin, 08 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Suasana pekerja disabilitas di Tiara Handicraft Sidosermo, Wonocolo, Surabaya. Senin (8/3/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

WONOCOLO, AYOSURABAYA.COM -- International Womens Day atau Hari Wanita Internasional diperingati setiap 8 Maret di seluruh dunia. Begitu juga dengan Indonesia. Di Surabaya, masih terpantau belum ada perayaan perihal hari istimewa untuk kaum hawa itu. Mengingat, kondisi masih pandemi Covid-19.

Namun, apa kata perwakilan wanita yang mengetahui adanya perayaan hari wanita sedunia hari ini?

Salah satunya adalah Tuti Winarti. Dia menilai kesetaraan wanita di era saat ini masih kurang maksimal. Padahal, menurut dia, wanita bisa melakukan semua aktivitas yang dilakukan lelaki, baik dalam pekerjaan maupun kegiatan rumah tangga.

Maka dari itu, dia menampung seluruh wanita disabilitas yang bekerja di rumahnya. Tuti mengatakan, sengaja memberikan wadah dan kesempatan kepada seluruh disabilitas dari semua wilayah di Indonesia untuk berkreasi serta mampu menghasilkan rupiah dari jerih payah mereka sendiri.

"Khusus untuk disabilitas perempuan-perempuan, saat ini (pandemi Covid-19) adalah saat yang tepat untuk menggali potensi-potensi dan lebih fokus. Karena semua bisa dilakukan di rumah, sebelumnya juga saya dorong supaya bisa dilakukan di rumah agar mobilitasnya tidak sama dengan mobilitas orang lain," kata Tuti kepada AyoSurabaya.com, Senin (8/3/2021).

Tuti menambahkan, potensi kerja para perempuan di rumah lebih efisien saat pagebluk. Maka dari itu, dia menganggap perempuan saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikan kemampuan tinggal di rumah dengan potensi-potensi dan prestasi.

"Karena di situlah kehandalan yang dimiliki, sampai termampukan secara mandiri di rumahnya masing-masing dengan prestasi," kata pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tiara Handicraft itu.

Untuk hasil olahan tekstil atau kain yang dimiliki, Tuti sengaja mempekerjakan puluhan karyawan disabilitas, baik tuna rungu, daksa, hingga wicara dalam memenuhi pesanan para konsumennya. Kendati lamban, namun kualitas yang dihasilkan tak kalah dengan hasil pabrikan atau orang normal pada umumnya.

Terpisah, Tyas Susiawati menilai saat ini wanita jauh lebih baik dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain mampu melakukan pekerjaan pria sekalipun, wanita cenderung lebih teliti dan tekun.

"Kedua anak saya lulus kuliah dari hasil jerih payah saya berusaha, saya kebetulan ada usaha apotek. Semua pegawai saya itu perempuan," ujar warga Jambangan, Surabaya itu.

Wanita yang berprofesi sebagai apoteker itu menilai, wanita era saat ini lebih mandiri dan atraktif. Dengan kemajuan zaman dan teknologi, mampu menunjang aktivitas kaum hawa dalam melakoni rutinitas sehari-hari.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar