Peringatan International Women Day di Kota Malang Berakhir Ricuh

  Senin, 08 Maret 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi demo ricuh. ( Fajrul Falah dari Pixabay)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Demo International Women Day di Kota Malang berakhir ricuh. Penyebabnya, Polresta Malang Kota dan Satgas Covid-19 meminta demonstran untuk membubarkan diri karena dianggap melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Polisi menyediakan 3 truk untuk mengangkut kembali demonstran ke tempat tinggal masing-masing. Negosiasi berjalan alot karena mereka ingin tetap unjuk rasa. Beberapa oknum mencoba memprovokasi polisi. Saat demonstran masuk ke dalam truk, mereka justru memecahkan kaca truk hingga serpihan kaca mengenai sopir truk Dalmas Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, demo hari perempuan internasional hanya kedok untuk menolak otonomi khusus dan meminta kemerdekaan Papua. Sebab, di lokasi selain dianggap melanggar prokes mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan menolak otonomi khusus dan tuntutan Papua Barat merdeka.

“Niatnya mulia tetapi kami tahu, bahwa ini hanyalah akal-akalan ini hanya tipu muslihat dari kelompok AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) kelompok IPMAPA (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua),” ujar Leonardus, Senin, (8/3/2021).

“Mereka membentangkan spanduk tolak Otsus dan kemerdekaan Papua. Sudah jelas bahwa agenda ini adalah tipu-tipu, dari agenda unjuk rasa hari perempuan internasional itu hanya tipu muslihat. Yang mereka lakukan adalah demo terkait kemerdekaan papua dan juga terkait dengan penolakan Otsus tahap kedua,” imbuh Leonardus.

Leonardus mengungkapkan, demonstran terus melakukan provokasi ke polisi saat diminta untuk naik ke atas truk. Setelah naik ke atas truk, beberapa oknum demonstran justru menyerang petugas. Dengan memecahkan kaca di bagian ruang sopir dari dalam truk.

“Justru mereka yang melakukan kekerasan dan memukul menendang anggota saya dan anggota TNI ada videonya dan ada barang bukti. Terakhir mereka melakukan kekerasan terhadap barang. Memecahkan kaca mobil truk Dalmas kami yang akan mengantarkan mereka ke tempat mereka tinggal,” kata dia.

Leonardus mengatakan, karena demonstran melakukan pengerusakan. Beberapa oknum diperiksa di Mapolresta Malang Kota. Sedangkan demonstran yang tidak terlibat langsung di pulangkan ke tempat tinggal masing-masing. Bagi pelaku pengerusakan mobil akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan dan pengerusakan.

“Truk yang ditendang dan dipecahkan hingga saya perintahkan semua diproses yang terlibat. Sekarang sudah kami pisahkan pelakunya yang menyuruh, yang mendorong lalu yang tidak terlibat kami kembalikan. Yang terlibat terancam pasal 170 KUHP,” tandasnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar