2 Mahasiswa Meninggal Dunia dalam Diklat Pagar Nusa UIN Maliki , Salah Satunya Asal Bandung

  Senin, 08 Maret 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi. (Pixabay )

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Diklat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) silat Pagar Nusa, mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang berakhir duka. Dua mahasiswa meninggal dunia saat mengikuti kegiatan ini.

Dua mahasiswa yang meninggal dunia adalah, Miftah Rizki Pratama asal Bandung dan M Faisal Lathiful Fakhri, asal Lamongan. Miftah meninggal dunia di Rumah Sakit Karsa Husada Kota Batu dan Faisal meninggal dunia di Puskesmas Karangploso, Kabupaten Malang.

Kapolres Batu AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan, dua mahasiswa ini meninggal dunia pada Minggu, (7/3/2021). Kegiatan diklat sendiri dilakukan sejak Jumat (5/3/2021), hingga Minggu. Kegiatan diklat diawali dari salah satu sekolah di Karangploso dan berlanjut ke Coban Rais Kota Batu.

“Dalam kegiatan ini yang pertama, ada satu meninggal dibawa ke Puskesmas, Karangploso. Kedua, mengalami pingsan dibawa ke RS sebetulnya dalam perjalanan pihak RS sudah menyampaikan yang bersangkutan sudah meninggal. Tetapi kami di sini belum bisa menjelaskan keduanya meninggal karena apa, kami masih menunggu dari pihak RS dan Puskesmas,” papar Catur, Senin, (8/3/2021).

Polres Kota Batu saat ini masih melakukan penyelidikan terkait dugaan unsur pidana dalam kasus kematian dua mahasiswa ini. Sebanyak 11 orang diperiksa dan dimintai keterangan oleh polisi. Antara lain peserta, hingga pihak kampus UIN Maliki Malang.

“Proses sedang kami laksanakan dan periksa 11 orang, baik peserta maupun pihak lembaga kami lakukan pemeriksaan. Untuk menentukan unsur pidana dan melanjutkan pemeriksaan itu sedang kita dalami dan kita sedang lakukan proses,” kata Catur.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus mengatakan meski korban sudah dimakamkan polisi memastikan proses hukum akan tetap berjalan. Sebab, berdasarkan informasi dua mahasiswa meninggal dunia saat melakukan kegiatan fisik yang berlangsung selama 10 jam. “Jika ada dugaan tindakan pidana, kami proses, walaupun sudah dimakamkan. Tergantung hasil penyelidikan, kalau ada proses pidana di sana sebelum meninggal, maka akan dilakukan otopsi juga,” tandas Jeifson. (luc/kun)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar