BNNP Jatim Musnahkan Barang Bukti Ganja dan Pil Ekstasi

  Selasa, 09 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Pemushana barang bukti narkoba. (BNNP Jatim)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Badan Nasional Narkotika Provinsi Jawa Timur memusnahkan barang bukti yang diperoleh dari sejumlah tersangka. Pemusnahan kali ini dilakukan bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) tipe Madya, Pabean, Juanda.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Kombes Pol Monang Sidabukke mengatakan, sejumlah barang bukti yang dimusnahkan berupa ganja yang disita dari 3 tersangka berinisial TRS, AM dan MC. Barang bukti itu terkumpul dari 3 tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda yang terdiri dari Pil Extacy 301 dan ganja 4.102 gram.

Monang menjelaskan, barang bukti ganja itu diperoleh pihaknya usai mengungkap kasus pada Sabtu (12/12/2020) lalu di halaman kantor Paket J&T Express, tepatnya di Jlam Arjuno Nomor 86 Sawahan Surabaya. Saat itu, petugas BNNP Jatim membekuk seorang tersangka berinisial TRS yang diduga telah mengirimkan ganja yang dikirimkan melalui paket J&T.

AYO BACA : Indonesia Idol: Azhardi Pulang

"Awalnya, kami dapat informasi dari Bea Cukai tentang paket berisi itu (narkoba), saat di x-ray baru diketahui, itu dari tersangka pertama (TRS)," kata Monang kepada awak media, Selasa (9/3/2021).

TRS ditangkap petugas BNNP Jatim usai mengambil paket dikantor J&T Express di Jalan Arjuno Nomor 86 Sawahan, Surabaya yang sudah diketahuinya berisi kiriman ganja. Setelah dilakukan pemeriksaa dan penggeledahan badan, ditemukan lagi Narkotika Golongan 1 jenis ganja seberat 1737 gram yang dibungkus dalam 1 kardus warna coklat atas nama pengirim AEP yang beralamat asal dari Tebing Tinggi, Sumatera Utara. 

"Tersangka (TRS) mengakui disuruh temannya berinisial UK untuk mengambil kiriman paket berisi ganja. Tersangka sebelumnya sudah dihubungi janjian ketemu di Jalan Semarang Surabaya dan dijanjikan akan diberi upah uang dan ganja yang akan digunakan untuk dirinya sendiri. Sebelumnya kami dapat informasi dari BNNP Sumut bahwa ada pengiriman barang (narkotika)," lanjutnya.

AYO BACA : Pria Asal Tulungagung Tewas Lompat dari Lantai 2 Tunjungan Plaza

Belum rampung sampai disitu, kasus itu pun dikembangkan. Dalam pengembangan, petugas BNNP Jatim mendapati ada target lain dengan inisial AM. Berdasarkan informasi dari tersangka pertama dan informasi masyarakat, penangkapan terhadap AM berjalan mulus pada Senin (26/1/2021) lalu di kantor expedisi Ninja Express di Taman Ruko Type Newton, Sidoarjo atau tepatnya di Jalan Raya Trosobo KM.20, Kelurahan Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Usai digeledah di kediamannya, ditemukan 1 paketan kardus berisi 2 bungkus ganja dengan berat sekitar 2 kilogram.

"Tersangka (AM) mengakui disuruh temannya, inisial MC untuk mengambil kiriman paket yang sudah diketahuinya berisi ganja. Sebelum mengambil paket, sebelumnya sudah dihubungi melalui WhatsApp dan diberikan upah uang sebesar Rp.100.000,- setiap pengambilan," beber poliso dengan 3 melari dipundknya itu.

Ketika dikembangkan lagi, petugas dapat meringkus tersangka MC dan mengakui telah menyuruh AM untuk mengambil kiriman paket dari Medan yang berisi ganja. Saat digeledah dirumahnya, di Dusun Mijen, Desa Sedenganmijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo menemukan narkotika jenis ganja yang tersimpan di dalam laci almari plastik dalam kamarnya. Ditemukan 6 bungkus ganja siap edar.

"Untuk para tersangka ini diketahui sudah empat kali kirim. Barang bukti yang ditemukan saat itu kecil-kecil dan dijual di pecah-pecah, jadi konsumennya masyarakat kecil-kecil," tutupnya.

 

AYO BACA : Pedangdut Terseret Suap Pengadaan Bansos, Diduga Terima Uang Rp150 Juta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar