Rumah 4 Tersangka Korupsi Bank Jatim Digeledah, Ini Barang Bukti yang Ditemukan

  Selasa, 09 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
[Ilustrasi] Rumah 4 Tersangka Korupsi Bank Jatim Digeledah, Ini Barang Bukti yang Ditemukan. (Unsplash)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kasi Penkum Kejati Jatim) Fathur Rohman mengatakan, pihaknya menggeledah rumah milik para tersangka dugaan tindak pidana korupsi Bank Jatim. Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang diduga akan diamankan dan dibawa kabur terduga koruptor.

Saat penggeledahan, penyidik Kejati Jatim dibantu tim penyidik dari Kejari Kabupaten Malang menemukan 31 sertifikat. "Telah dilakukan penggeledahan, di rumah tersangka berinisial DB," kata Fathur, Selasa (9/3/2021).

Setelah itu, penggeledahan dilanjutkan ke kediaman tersangka AP. Namun, tak ada barang bukti atau aset bergerak dari AP.

"Penyidik tidak menemukan aset maupun barang bukti terkait maupun aset bergerak dari tersangka (AP)," katanya.

Selanjutnya, rumah tersangka MRY yang digeledah. Sampai berita ini ditulis, tim penyidik masih melakukan penggeledahan.

"Saat ini, masih berlangsung penggeledahan, diharapkan dapat menemukan barang bukti maupun dokumen, serta surat terkait (Tindak Pidana Korupsi)," kata Mantan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Surabaya.

Kasus dugaan korupsi tersebut bermula dari proses realisasi kredit yang dikucurkan Bank Jatim cabang Kepanjen Malang terhadap 10 kelompok debitur sejak 2017 hingga September 2019.

Masing-masing kelompok debitur beranggotakan 3 sampai 24 orang. Ketika prosesnya berjalan, MRY (mantan Kepala Bank Jatim cabang Kepanjen) bekerja sama dengan 3 tersangka untuk realisasi kredit. Kendati pengajuan kredit tak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Modus yang dilakukan keempatnya adalah meminjam sejumlah nama orang lain untuk menerima kredit, seolah-olah persyaratan kredit yang diajukan debitur telah memenuhi syarat dan ketentuan yang ada.

Proses yang tak layak itu berimbas pada kredit yang 'kadung' dikucurkan tak terbayar. Angsurannya pun dinyatakan macet oleh Bank Jatim.

Berdasarkan Laporan Audit Nomor: 059/14/AUI/SAA/SPC/NOTA tanggal 15 April 2020, kredit-kredit sebesar total Rp100.018.133.170.000 itu dinyatakan macet.

keempat tersangka, yakni MRY (mantan Kepala Bank Jatim cabang Kepanjen), EFR (karyawan bank), DB (koordinator debitur), dan AP (Kreditur) mulanya melakukan korupsi kredit fiktif senilai Rp100 miliar di Bank Jatim cabang Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dalam kasus itu, seluruh tersangka langsung menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kejati Jatim usai menjalani rangkaian pemeriksaan.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar