Makna Hari Musik Nasional di Mata PCTAI dan Keluarga WR Soepratman

  Selasa, 09 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Komunitas PCTAI berdoa di seputar makam W.R Soepratman dalam memperingati hari musik nasional, Selasa (9/3/2021).

KENJERAN, AYOSURABAYA.COM -- Koordinator Komunitas Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) Kota Surabaya Cahyo Soedarjo menabur bunga dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan makam pahlawan Republik Indonesia (RI), Wage Rudolf (WR) Soepratman, Selasa (9/3/2021), dalam rangka memperingati hari musik nasional.

Cahyo mengaku hal tersebut rutin dilakukan setiap 9 Maret, yang merupakan tanggal kelahiran pencipta lagu Indonesia Raya.

"Acara pokok hari ini adalah doa bersama dan tabur bunga, kami khususkan untuk beliau (WR Soepratman)," kata Cahyo di makam, di Jalan Kenjeran, Rangkah, Kota Surabaya. Selasa (9/3/2021).

Adapun latar belakang dibentuknya komunitas PCTAI bukan hanya untuk sekadar berkumpul, berdoa, dan mengenang jasa pahlawan saja, namun juga memperkuat persaudaraan dan saling mendukung satu sama lain dalam hal positif, utamanya dalam hal berbangsa dan bertanah air.

"Ini bukan sekadar forum, tapi persaudaraan dan kerohaniawan antar agama juga, serta membentuk dan menyatukan diri dalam rangka untuk menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air kepada bangsa Indonesia," katanya.

Kegiatan PCTAI Kota Surabaya sendiri dilakukan dalam sejumlah hal. Untuk menerapkan rasa cinta tanah air dalam mengingatkan jati diri, lanjutnya, melalui pendidikan, sosial, kebudayaan, dan ekonomi. Pun dengan hari musik nasional yang menurut mereka identik dengan pencipta lagu kebangsaan yang masih berkumandang hingga saat ini.

Terpisah, perwakilan keluarga WR Soepratman, RM Roy Hari Purnama mengapresiasi sejumlah komunitas dan organisasi yang menyempatkan diri datang ke makam untuk mengingat kembali jasa-jasa WR Soepratman, dengan doa bersama, tabur bunga, dan bernyanyi.

“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan semuanya. Kami berharap generasi muda zaman sekarang tidak melupakan pencipta lagu Indonesia Raya ini,” kata Roy.

Dia pun ingin masyarakat juga mengenang jasa para pahlawan lainnya. Dengan demikian, seluruh warga negara Indonesia tak akan lupa dengan karakter bernegaranya, pun dengan kebudayaan dan tradisi di masing-masing wilayah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar