4 Bayi Terbuang Dirawat Dinsos Jatim, Ini Prosedur Adopsi Anak

  Rabu, 10 Maret 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] 4 Bayi Terbuang Dirawat Dinsos Jatim, Ini Prosedur Adopsi Anak. (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Empat bayi terbuang sejak Januari-Maret 2021 dirawat Dinas Sosial Pemprov Jawa Timur. Empat bayi itu berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jember, Gresik, dan Lamongan.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Dinas Sosial Jawa Timur  membuka peluang bagi masyarakat untuk mengadopsi salah seorang anak terbuang tersebut. Namun mereka baru bisa diadopsi setelah dirawat selama 6 bulan oleh UPT PPSAB. Sementara itu, proses adopsi membutuhkan waktu sekira satu tahun.

Kepala UPT PPSAB Dwi Antini Sunarsih mengatakan,  bahwa pihaknya memperketat prosedur adopsi anak sebab tidak cukup hanya memenuhi persyaratan administratif.

Para calon orang tua asuh juga disyaratkan membuat surat pernyataan siap menyampaikan asal-usul anak tersebut, memberikan pendidikan, asuransi, tidak boleh jadi wali anak perempuan, dan ada persetujuan dari orang tua calon orang tua angkat.

“Keluarga besar (calon orang tua angkat) harus setuju. Kalau tidak setuju, tidak akan kami kabulkan,” katanya, dikutip dari beritajatim.com, Rabu (10/3/2021).

Dia melanjutkan, UPT PPSAB akan mengumumkan di media massa sebelum menyerahkan anak untuk diadopsi.

“Jangan sampai waktu diserahkan, ada yang mengaku (mengklaim anak),” kata dia.

Petugas UPT PPSAB juga bakal memastikan kondisi faktual calon orang tua angkat. Apabila tidak sesuai syarat, pihaknya bakal langsung mediskualifikasi permohonan adopsi.

“Kepentingan kami adalah yang terbaik untuk anak,” katanya.

Meski adopsi telah dikabulkan, kata dia, UPT PPSAB akan terus memantau perkembangan anak sampai usia 18 tahun.

“Dipantau tidak harus datang, bisa pakai WA, bisa dilihat beritanya. Ada yang tumbuh besar berprestasi. Ada juga yang kemudian broken home. Justru kalau ada masalah kami harus cek,” katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar