Bandar Narkoba di Surabaya Akui Ada Oknum Polisi Minta Jatah Rp500 Ribu Hingga 1 Juta

  Rabu, 10 Maret 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi. ( Eko Anug dari Pixabay )

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Satres Narkoba Polrestabes Surabaya mengamankan sejumlah bandar dan kurir narkoba. Para pelaku ada yang baru berbisnis narkoba dan ada yang sudah berjalan setahun lebih.

Salah seorang pelaku Opek (40) mengaku, untuk melancarkan aksinya dia harus menyetor ke oknum polisi di Ampel, Surabaya. Padahal nilai setoran tak banyak hanya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Namun oknum yang tahu peredaran narkoba ini tetap minta jatah setiap enam bulan sekali.

“Ada ya saya kasih antara Rp 500 sampai Rp 1 juta per amplop. Kasihnya ke oknum yang bertemu di kawasan Ampel,” jelasnya kepada jurnalis saat gelar perkara bersama pelaku dan barang bukti narkoba serta kekayaan bandar di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (9/3/2021).

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengungkap peredaran narkotika di Surabaya. Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan tiga tersangka beserta barang bukti sabu dan juga ekstasi dan juga uang tunai Rp 198 juta.

AYO BACA : Dimana Letak Sidratul Muntaha ?

Ketiga bandar narkoba yang bernama Ahmad Taufik (32) warga Nganjuk, Ali Usman (30) warga Sidotopo Jaya Surabaya dan Opek (40) warga Jalan Bolodewo, Surabaya, ini ditangkap di lokasi berbeda. Ketiga bandar itulah yang selama ini menyetor sejumlah uang kepada oknum polisi di Surabaya.

Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian mengungkapkan, terbongkarnya jaringan narkotika ini bermula dari kasus sebelumnya. Para pelaku ini ikut jaringan lintas pulau di Jambi dengan barang bukti 8 kilogram sabu. Dari sanalah, sambung Memo, kemudian mengembang ke tersangka Ahmad Taufik yang memasok sabu ke beberapa daerah di Jawa Timur.

“Didapatkan satu operator pemesan yang biasanya dipasarkan di Jawa Timur, baiki itu di Surabaya, Malang, Madura dan sebagainya, yang berinisial AF (Ahmad Taufik), ” ujar Memo.

Dari penangkapan Ahmad Taufik yang diamankan di kawasan Kabupaten Nganjuk, polisi lantas menemukan sejumlah barang bukti rekening. Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi lantas meringkus tersangka Ali Usman yang memasok narkoba di kawasan Jalan Kunti, Surabaya.

AYO BACA : Indonesian Idol: Maia Estianti Tantang Melisa Hartanto

Dari tersangka Ali Usman, polisi menyita barang bukti sebanyak 42 butir ekstasi, dua bungkus sabu seberat 1,61 gram sisa hasil penjualan serta uang tunai puluhan juta rupiah. “Uang sebesar Rp 198 juta, satu mobil brio, satu outlander kemudian vespa, yang semuanya dibayar cash,” paparnya Memo.

Dari hasil pengembangan dan penyelidikan terhadap tersangka Ali Usman inilah lantas terungkap ada keterlibatan oknum anggota kepolisian. “Dari keterangan AU, ada beberapa, yang memang kita tidak bisa menutupi ada keterlibatan beking oknum polisi,” ungkap Memo.

“Kami tidak setop di situ, kita komitmen, Bapak Kapolrestabes berpesan dengan tegas untuk menindak, tanpa terkecuali. Sehingga, dari kami Satresnarkoba berkoordinasi dengan propam dari Polres, Polda maupun Mabes untuk menangkap oknum-oknum tersebut. Oknum-oknum tersebut bukan hanya dari Polrestabes, Polsek maupun di Polres lain, itu sudah ditangani oleh propam,” lanjut Memo.

Dia kembali menegaskan, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berkomitmen bakal meninaklanjuti kasus ini dengan profesional, seperti mengungkap siapa pelanggannya maupun atau beking para tersangka.

“Dari kasus ini, kami terbitkan enam laporan polisi. Kami komitmen penjahat atau penghianat yang terlibat narkoba mesti diringkus. Soalnya, narkoba membuat masa depan bangsa terancam,” tegas Memo.

Memo menambahkan, oknum-oknum Korps Tribrata yang jadi beking para pengedar maupun bandar narkoba ini telah diproses hukum lebih lanjut. Bahkan, yang pangkatnya perwira pun sudah dicopot oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir.

“Oknum (polisi) telah diproses hukum, bahkan pangkatnya yang agak tinggi, sudah dicopot oleh Pak Kapolres,” ujar Memo.

AYO BACA : 9 Cara yang Terbukti Membuat Wajah Menjadi Tirus

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar