Lokasi Kecelakaan Maut yang Tewaskan 27 Orang Bukan untuk Jalur Bus Besar

  Kamis, 11 Maret 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi jalure sempit. (Erich Westendarp dari Pixabay )

SUMEDANG, AYOSURABAYA.COM -- Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Ahmad Dofiri menyebut jalur alternatif Garut-Sumedang via Wado yang menjadi lokasi kecelakaan maut bukan untuk kendaraan besar seperti bus. Dilaporkan 27 meninggal dalam kecelakaan pada Rabu (10/3) malam itu.

"Setahu saya jalan ini memang tidak untuk bus besar seperti ini," kata Ahmad Dofiri di lokasi kecelakaan, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3).

AYO BACA : Dishub Jabar Ungkap Fakta Awal Penyebab Kecelakaan Bus yang Tewaskan 27 Orang

Menurut dia, jalur itu sempat ramai digunakan ketika Jalur Lingkar Nagreg masih belum selesai dibangun beberapa tahun silam. Jalur itu memang sedianya menjadi jalur alternatif yang menghubungkan antara jalur selatan menuju jalur utara dari wilayah Priangan Timur Jawa Barat, atau sebaliknya.

"Yang biasa dipakai waktu (lingkar) Nagreg belum beres, ini alternatif pengalihan Nagreg bisa melalui Wado," katanya.

AYO BACA : Identitas 27 Korban Tewas dalam Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang di Sumedang

Selain itu, dia menduga sopir bus pariwisata itu tidak memahami jalur yang akan dilewatinya. Karena, bus reguler jarang yang menggunakan jalur alternatif tersebut.

"Ini kelihatannya tidak terbiasa, kan bus pariwisata, artinya bukan bus regulernya, saya yakin tidak paham juga bahwa jalurnya untuk kendaraan biasa," katanya.

Sejauh ini Tim SAR bersama unsur kepolisian dan yang lainnya sudah mengevakuasi seluruh korban dari bus tersebut. Dari catatan Basarnas Jawa Barat, sebanyak 27 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, sedangkan 39 orang lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka.

AYO BACA : Kemenhub Dalami Penyebab Kelakaan Maut di Sumedang yang Tewaskan 27 Orang

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar