Mahfud MD Ceritakan Reaksi Jokowi Saat Moeldoko Terpilih menjadi Ketum Demokrat versi KLB

  Kamis, 11 Maret 2021   Aini Tartinia
Najwa Shihab dan Mahfud MD. (@matanajwa)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Nama Presiden Joko Widodo terseret-seret dalam kisruh Partai Demokrat sehingga terjadinya Kongres Luar Biasa (KLB). Pasalnya KLB tersebut melibatkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang bahkan teripih sebagai ketua umum versi KLB.

Beberapa hari setelah Moeldoko terpilih menjadi ketum demokrat versi KLB, pihak Istana tak memberikan tanggapan apa-apa.

Hal ini kemudian memicu speakulasi. Apakah ada peran Istana dalam KLB tersebut.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menanggapi spekulasi tersebut. Dia mengatakan bahwa Jokowi tidak tahu menahu perihal KLB yang menjadikan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

AYO BACA : Cara Mendaftar Kartu Prakerja Gelombang 14 Bagi yang Gagal di Tahun 2020

Menurut Mahfud, Jokowi bahkan tidak mengetahui kalau Moeldoko turut hadir dalam acara KLB partai biru berlambang mercy tersebut. Hal ini disampaikan Mahfud saat berdialog dengan presenter terkemuka, Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa.

"Ketika akan berangkat itu, (Presiden Jokowi) betul-betul tidak mengetahui. Jadi pada hari Senin itu saya bertemu Pak Jokowi saya tanya, (beliau jawab) 'waduh saya nggak tahu betul itu," ujar Mahfud, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis  (11/3/2021).

Ia menerangkan bahwa Moeldoko sama sekali tidak bercerita atau memberitahu soal dirinya yang hendak mengikuti KLB Demokrat. Mahfud mengaku baru mengetahui keterlibatan Moeldoko dalam KLB itu.

Mahfud mengaku tidak menyangka bahwa akan ada kisruh gerakan pengambilalihan Partai Demokrat yang diketuai oleh AHY tersebut.

AYO BACA : Siapkan Syaratnya, Kartu Prakerja Gelombang 14 Dibuka Hari Ini dan Ditutup 14 Maret

"Sampai Kamis pagi kita tidak tahu kalau akan ada KLB, baru sorenya itu baru ribut orang sudah sampai di Medan semua. Saya bilang hebat juga nih gerakan diam-diamnya tiba-tiba meledak di Medan," tuturnya.

Lebih lanjut, Mahfud menerangkan, jika Jokowi ikut campur dan melarang KLB Demokrat ini, nantinya akan muncul lagi kritik terhadap Presiden RI ke-7 itu.

"Itu juga akan ada yang protes lagi, 'apa itu kan hak politik, sejak dulu nggak ada orang melarang begitu', akan ada orang yang bilang begitu," katanya dengan jelas.

Ketika ditanya soal tanggapan mengenai tudingan istana ikut terlibat dalam KLB Demokrat ini, Mahfud menegaskan bahwa Jokowi secara pribadi tidak merasa terganggu dengan kisruh yang terjadi di Demorkat, yang melibatkan pejabat istana.

"Tetapi kalau saya melihat kesan presiden, ya happy-happy saja tuh. Artinya, dia kaget betul ketika tahu pak Moeldoko ikut. Tetapi beliau tidak merasa bahwa 'ini merusak anu dan bla bla', (presiden) diam saja tuh," tutur Mahfud.

Kendati demikian, Mahfud mengaku tidak bisa memprediksi keputusan yang akan diambil presiden. Menurutnya, Jokowi tak jarang mengambil keputusan yang tiba-tiba dan tidak terprediksi oleh siapapun.

 

AYO BACA : Identitas 27 Korban Tewas dalam Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang di Sumedang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar