Kronologi Kecelakaan Bus di Sumedang yang Menewaskan 27 Orang

  Kamis, 11 Maret 2021   Andres Fatubun
Evakuasi korban kecelakaan bus Sri Padma Kencana yang terperosok jurang di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3/2021) malam.

SUMEDANG, AYOSURABAYA.COM -- Kecelakaan bus Sri Padma Kencana yang menewaskan 27 orang diduga akibat bus yang hilang kendali hingga terbanting dan masuk ke dalam jurang sedalam 20 meter. Selain itu ditemukan juga fakta jika bus mengangkut penumpang melebihi jumlah kursi.

Hal itu dijelaskan Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Polisi Kushariyanto, Kamis (11/2/2021). 

Dia menambahkan, berdasarkan analisis sementara, kejadian terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, Rabu (10/3).

AYO BACA : Cara Mendaftar Kartu Prakerja Gelombang 14 Bagi yang Gagal di Tahun 2020

Kontur jalan yang menurun panjang serta menikung itu diduga membuat bus bergoyang sebelum akhirnya mengalami kecelakaan. "Akhirnya sopir ini banting stir ke kiri, dia sempat muter kena guard rail (pagar pengaman jalan) ini, jadi dari kepala posisi di depan dia langsung menjadi terbalik," kata Kushariyanto di lokasi kecelakaan, Kamis (11/3).

Adapun, sejauh ini menurutnya hal itu masih dugaan sementara karena pihaknya masih terus melakukan penyelidikan di lokasi dengan metode Traffic Accident Analysis (TAA). Selain itu, ia juga menduga salah satu faktor bus itu hilang kendali adalah karena kelebihan muatan penumpang.

Dari data yang diterima, jumlah penumpang memang tidak sebanding dengan jumlah tempat duduk. "Karena kondisi penumpang itu 66 orang yang notabene di situ harusnya cuma 62 atau 63 tempat duduk," kata dia.

AYO BACA : Siapkan Syaratnya, Kartu Prakerja Gelombang 14 Dibuka Hari Ini dan Ditutup 14 Maret

Kushariyanto memastikan, jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Garut dan Sumedang melalui kawasan Wado dengan lebar sekitar enam meter itu memang tidak seharusnya digunakan oleh kendaraan sejenis bus besar. Dia menduga sopir bus tidak mengenali kontur dan kesempitan jalur akan dilaluinya itu.

Sopir itu, kata dia, diduga menggunakan aplikasi peta daring untuk menentukan jalan yang akan dilalui untuk menuju Kabupaten Subang. Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, bus yang ditumpangi para pelajar dan orang tuanya itu hendak kembali menuju Kabupaten Subang setelah berziarah ke kawasan Tasik dan berwisata ke Pangandaran.

Dari data yang diterima, menurutnya isi penumpang bus itu terdiri dari 70 persen merupakan orang tua pelajar, dan 30 persen merupakan pelajar. "Kalau kendaraan besar sesungguhnya tidak diperkenankan ke jalur ini," kata Hery.

Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Ahmad Dofiri memastikan seluruh korban kecelakaan bus di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, telah dievakuasi. Totalnya, kata dia, ada 27 orang yang meninggal dunia, kemudian 39 orang berhasil selamat namun mengalami luka-luka.

"Sampai sekarang kita masih lakukan proses, nanti diserahkan kepada keluarga. Ini (korban) kebanyakan berasal dari Subang," kata Ahmad Dofiri di lokasi kecelakaan, Kamis (11/3).

AYO BACA : Kecelakaan Bus Maut di Sumedang, 23 Penumpang Tewas

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar