Titik Rawan Banjir di Sungai Kedunggaleng Dipasangi Bronjong

  Jumat, 12 Maret 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi sungai. (Hans Braxmeier dari Pixabay )

PROBOLINGGO, AYOSURABAYA.COM -- Untuk mencegah terulangnya banjir akibat tanggung yang jebol Pemerintah Kabupaten Probolinggo segera memasang bronjong di titik rawan banjir di Sungai Kedunggaleng.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

"Pemprov Jatim telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BPWS) Brantas dan Pemkab Probolinggo yang sudah melakukan perencanaan bahwasanya titik-titik sungai yang rawan harus dibronjong terlebih dulu," katanya dalam rilis, Jumat (12/3).

AYO BACA : Kamis Sore, Korban Tewas Kecelakaan Bus di Sumedang Bertambah Menjadi 29 Orang

Khofifah mengunjungi lokasi yang terdampak banjir kiriman sekaligus melihat langsung kondisi tanggul Sungai Kedunggaleng yang jebol. Luapan tersebut mengakibatkan air meluap ke ribuan rumah warga.

Dia juga mengunjungi Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Probolinggo di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Kamis (11/3) sore. 

"Dalam waktu dekat, bronjong yang fungsinya tidak permanen untuk segera dilakukan. Untuk sementara dibronjong dulu dan setelah itu baru dibangun tanggul secara permanen," ucapnya.

AYO BACA : 4 Bahan Alami untuk Membunuh Kutu Air

Menurutnya Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BPWS) Brantas sedang mengalokasikan anggaran baik dari Pemprov Jatim maupun Pemkab Probolinggo, serta jembatan harus dilihat kekuatannya dan opsi menyiapkan mobilitas masyarakat untuk membangun bronjong.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah menyerahkan bantuan paket sembako dan kebutuhan lainnya kepada Bupati Probolinggo. Selanjutnya bantuan tersebut diserahkan kepada petugas di Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Probolinggo untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, banjir yang menerjang Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo merupakan keempat kalinya selama hampir tiga pekan terakhir. Banjir terjadi pada 27 Februari 2021, 28 Februari 2021, 8 Maret 20201, dan 10 Maret 2021.

Banjir pun semakin meluas hingga merendam ribuan rumah warga di empat desa di Kecamatan Dringu, yakni Desa Kedungdalem, Dringu, Kalirejo, dan Tegalrejo, kemudian meluas hingga Desa Jorongan di Kecamatan Leces.

AYO BACA : PPKM Mikro Diperpanjang, Pintu Masuk Magetan Disekat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar