Jumlah Penumpang Kereta Api di Surabaya Meningkat saat Libur Isra Miraj

  Jumat, 12 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Penumpang kereta api. (ayosurabaya)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Perayaan Isra Miraj tahun ini dilalui dalam suasana sepi. Sebab, pandemi Covid-19 masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Begitu juga di Jawa dan Bali yang masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro.

Kendati demikian, ada sebagian masyarakat yang memanfaatkan momen ini untuk pergi ke luar daerah menggunakan kereta api (KA). Data yang diperoleh AyoSurabaya.com menyebutkan, ada keberangkatan 11.000 penumpang dari PT KAI Daop 8 Surabaya pada Kamis (11/3/2021).

"Libur ini (Isra Miraj) memang terjadi kenaikan (volume penumpang). Tapi, tidak signifikan," terang Manajer Humas Daop 8 Luqman Arif saat dikonfirmasi, Jumat (12/3/2021).

AYO BACA : Kamis Sore, Korban Tewas Kecelakaan Bus di Sumedang Bertambah Menjadi 29 Orang

Berdasarkan rekapitulasi jumlah penumpang, Luqman menyebut, rata-rata setiap harinya ada sekitar 10.000 penumpang yang menggunakan jasa kereta api, baik dari Stasiun Gubeng, maupun Pasar Turi Surabaya, maupun sejumlah stasiun dibawah naungan Daop 8. 

Namun, pada libur Isra Miraj kali ini, hanya ada sedikit peningkatan penumpang di KAI Daop 8. 

"Ada kenaikan 1000 (penumpang) yang menggunakan kereta api dengan berbagai kota tujuan," lanjutnya.

AYO BACA : 4 Bahan Alami untuk Membunuh Kutu Air

Kendati peningkatan volume penumpang tak begitu signifikan, KAI Daop 8 konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, baik sebelum, sepanjang, hingga berakhirnya perjalanan KA.

Sebab, sambung dia, sebelum berangkat berlibur pada saat perayaan hari besar atau akhir pekan, para penumpang terlebih dulu diambil sampel karbon dioksida dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum jam keberangkatan ketika menjalani GeNose C19. Beda dengan hari biasa, sesuai SE Kemenhub Nomor 20 Tahun 2021 menegaskan, bahwa pelanggan KA Jarak Jauh wajib menunjukkan surat keterangan negatif Rapid Test Antigen atau RT-PCR maupun GeNose C19, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

"Dari 11.000 penumpang kemarin, kebanyakan menuju ke Jakarta hingga Yogyakarta. Selain itu, prokes tetap ketat, seperti masker, jaga jarak dan cuci tangan," katanya.

Untuk menyiasati lonjkan penumpang yang tak begitu besar itu, Daop 8 menambah relasi baru ke beberapa wilayah tujuan dalam KA Mutiara Timur.

"Kemarin (Kamis,11/3/2021) ada yang baru, KA Mutiara Timur, sebelumnya relasi Surabaya-Ketabang (Banyuwangi). Kita perpanjang, Ketabang lanjut ke Jakarta. Itu (relasi) yang berbeda saat libur ini," pungkas dia.

AYO BACA : PPKM Mikro Diperpanjang, Pintu Masuk Magetan Disekat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar