Tak Sampai Sehari, Satreskrim Polrestabes Berhasil Tangkap Pelaku Pembacokan di Simojawar Surabaya

  Jumat, 12 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
AH (39), pelaku pembacokan D dihadirkan saat press release di Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (12/3/2021). (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Tak sampai 1x24 jam, personel Satreskrim Polrestabes Surabaya dapat meringkus pelaku pembunuhan di Jalan Simojawar V/A, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (10/3/2021).

Pelaku diketahui berinisial AH, warga Sampang, Madura.

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha Hardiputra, mengatakan usai melakukan penganiyaan pelaku melarikan diri. Ketika mengeksekusi korban, AH mengajak dua rekannya.

AYO BACA : Kamis Sore, Korban Tewas Kecelakaan Bus di Sumedang Bertambah Menjadi 29 Orang

Yudha menjelaskan korban meninggal seketika di Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh akibat sabetan senjata tajam (sajam) jenis celurit.

"Pelaku dapat kami tangkap kurang dari 24 jam. Korban mengalami luka bacok di leher, perut, kaki, paha, lutut. Yang bersangkutan kami amankan dari daerah Madura," terang Yudha, Jumat (12/3/2021).

Yudha menegaskan aksi keji itu dilatarbelakangi motif cemburu, karena mantan istrinya direbut korban ketika statusnya belum bercerai.

AYO BACA : 4 Bahan Alami untuk Membunuh Kutu Air

Menurut penjelasan AH, ia menduga mantan istrinya sudah menjalin hubungan dengan korban berinisial D saat ia tengah bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Pelaku menduga korban dan mantan istrinya melakukan hubungan sebelum kejadian saat bekerja jadi TKI. Dulu pernah dapat kabar kejadian serupa (selingkuh), tapi sudah dimaafkan. Pas ada kejadian lagi, tersangka jengkel dan melakukan hal itu (pembacokan)," lanjut polisi dengan 1 melati dipundaknya itu.

AH pun mengakui perbuatannya usai dibekuk di kediamannya di kawasan Sampang, Madura pada Kamis (11/3/2021) kemarin. Namun dua rekannya tak terbukti bersalah lantaran tidak membantu AH dalam melakukan pembunuhan itu.

"Tidak ada (pelaku lain), pelaku utamanya hanya satu saja, sedangkan teman-temannya hanya mengantar dan benar-benar tidak tahu apa-apa. Tersangka tahu tempat korban memang sudah dapat dari tetangganya, lalu di eksekusi, korban meninggal dunia," tandasnya.

Kejadiaan ini menghebohkan warga Simojawar V Surabaya pada Rabu (10/3/2021) lalu. Korban meninggal dengan kondisi bersimbah darah. 

 

AYO BACA : PPKM Mikro Diperpanjang, Pintu Masuk Magetan Disekat

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar