Sejumlah Menteri dan Gubernur Khofifah Lepas Ekspor Produk Pertanian Senilai Rp140 Miliar

  Jumat, 12 Maret 2021   Andres Fatubun
Mentan Syahrul Yasin Limpo, Mendag Muhammad Lutfi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor produk pertanian asal Provinsi Jawa Timur (Jatim) senilai Rp140 miliar. (@khofifah.ip)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama melepas ekspor produk pertanian asal Provinsi Jawa Timur (Jatim) senilai Rp140 miliar. 

Dalam pelepasan yang juga dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu, Syahrul menyebut bahwa secara nasional pada saat yang sama, Kementan melalui Badan Karantina Pertanian telah melakukan fasilitasi sertifikasi ekspor terhadap 81,3 ribu ton komoditas pertanian dengan nilai mencapai Rp. 1,264 triliun.

Syarul mengatakan kontribusi terbesar berasal dari sub sektor perkebunan sebesar 78,9 persen dan diikuti masing-masing asal sub sektor Tanaman Pangan, Peternakan dan Hortikultura.

AYO BACA : Segera Daftar Kartu Prakerja Gelombang 14, Waktu Tersisa 2 Hari Lagi

"Tetapi yang ditempat ini yakni di Teluk Lamong produk pertanian asal Provinsi Jawa Timur yang kita lepas senilai Rp 140,03 miliar dengan total volume 5,4 ribu ton dan 757 batang ke dua belas negara tujuan sekaligus,"ujar Syahrul di Teluk Lamong, Jumat(12/3/21).

Produk pertanian yang diekspor, imbuh Syahrul, antara lain berupa sarang burung walet, pakan ternak, premik, cicak kering, lipan kering, kelapa bulat, cacao powder, cacao butter, kopi biji dan cengkeh.

"Pelepasan ekspor hari ini cukup besar dan saya kira apa yang dilakukan Gubernur Jawa Timur kami bertiga dari pertanian, perdagangan maupun BUMN siap untuk terus mendukungnya," sambungnya.

AYO BACA : 2 Pedagang Tokek Curi Fortuner

Selain itu, Syahrul mengatakan sesuai arahan Presiden Jokowi, sinergi lintas Kementerian harus di tingkatkan sebagai langkah strategis dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional, ditengah tantangan Pandemi Covid-19.

"Menghadapi pandemi ini dengan berbagai dampak yang ada, maka kerja tidak bisa satu sektor saja, kita harus hand to hand. Hari ini kami datang untuk melepas ekspor. Bersama kita genjot pasar ekspor produk pertanian kita,"kata Mentan. 

Dalam kesempatan yang sama, Mendag Lutfi  menyampaikan rasa syukurnya atas pelepasan ekspor asal Provinsi Jatim yang cukup besar. Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan pasar ekspor produk pertanian Indonesia, menjadi salah satu penggaet devisa negara.

"Selamat atas ekspor yang luar biasa. Kita bisa lihat kita penghasil, penjual , pengekspor kopi salah satu yang terbaik di dunia, dan kita juga ingin menjual barang barang prosfektif Indonesia seperti sarang walet untuk memastikan ekspor menjadi salah devisa negara,"

"Mudahan-mudahan kita bisa berevolusi dari negara penjual barang setengah, barang mentah menjadi barang jadi berindustri dengan industri teknologi tinggi. Semoga kedepan, Jawa Timur menjadi eksportir dari barang barang ekspor Indonesia,"ucap Lutfi.

Sementara menurut Khofifah, Kementan di bawah arahan Syahrul Yasin Limpo terus memberikan penguatan sektor pertanian di Provinsi Jatim. Kedepan, Jatim terus berupaya menghasilkan produk yang sudah diolah dan siap diolah untuk menjadi pasokan pasar internasional. 

AYO BACA : Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Mojokerto, 5 Rumah Rusak

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar