11 Jenis SIM Terbaru di Indonesia, Ada untuk Difabel & Kendaraan Listrik

  Sabtu, 13 Maret 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Di Indonesia, terkini ada 11 jenis Surat Izin Mengemudi (SIM), termasuk untuk pengendara difabel dan pengendara kendaraan listrik. (Ayo Media Network)

CIREBON, AYOSURABAYA.COM – Di Indonesia, terkini ada 11 jenis Surat Izin Mengemudi (SIM), termasuk untuk pengendara difabel dan pengendara kendaraan listrik. SIM merupakan bukti legitimasi kompetensi pengemudi sesuai jenis dan golongan SIM yang dimilikinya.

Sesuai ketentuan, selain harus memenuhi persyaratan administrasi usia, kesehatan jasmani dan rohani pula menjadi pertimbangan sebelum dinyatakan lulus melalui proses pengujian.

Saat ini, Peraturan Kepolisian RI Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM yang mulai berlaku 19 Februari 2021, menetapkan SIM menjadi 11 golongan.

"Aturan itu menggantikan Peraturan Kepolisian Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, jadi mulai saat ini ada 11 golongan SIM," kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan.

SIM terdiri dari 3 jenis, yakni:

  1. SIM kendaraan bermotor (ranmor) perseorangan
  2. SIM ranmor umum
  3. SIM internasional

SIM internasional merupakan lisensi yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau warga negara asing yang mengemudikan ranmor di luar wilayah Indonesia.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP La Ode Habibi Ade Jama menyebutkan ke-11 golongan SIM itu masing-masing

  1. SIM A: Untuk mobil penumpang dan barang perseorangan. Jumlah berat yang dibolehkan maksimal 3.500 kg
  2. SIM A Umum: Untuk mobil penumpang dan barang umum. jumlah berat yang dibolehkan maksimal 3.500 kg
  3. SIM BI: Untuk pengemudi mobil bus dan mobil barang perseorangan. Jumlah berat lebih dari 3.500 kg.
  4. SIM BI Umum: Untuk pengemudi mobil bus dan mobil barang umum dengan jumlah berat dibolehkan melebihi 3.500 kg.
  5. SIM BII: Untuk mengemudikan ranmor berupa kendaraan alat berat, kendaraan penarik, dan kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan. Berat yang dibolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg
  6. SIM BII umum: Untuk mengemudikan ranmor berupa kendaraan alat berat, kendaraan penarik, dan kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan umum dengan berat yang dibolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg
  7. SIM C: Untuk pengemudi ranmor jenis sepeda motor berkapasitas silinder mesin hingga 250 cc
  8. SIM CI: Untuk pengemudi sepeda motor berkapasitas silinder mesin di atas 250-500 cc atau ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik
  9. SIM CII: Untuk pengemudi sepeda motor berkapasitas silinder mesin di atas 500 cc atau ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik
  10. SIM D: Untuk ranmor jenis kendaraan khusus yang digunakan penyandang difabel. SIM D setara dengan golongan SIM C.
  11. SIM DI: Untuk pengemudi ranmor jenis kendaraan khusus bagi difabel yang setara golongan SIM A.

SIM ranmor perseorangan maupun umum berlaku selama 5 tahun, terhitung mulai tanggal penerbitan dan dapat diperpanjang sebelum habis masa berlakunya.

Lain halnya dengan SIM Internasional yang berlaku selama 3 tahun, mulai tanggal penerbitan dan dapat diperpanjang sebelum habis masa berlakunya. Bila SIM lewat dari masa berlakunya, masyarakat harus mengajukan penerbitan SIM baru. (Erika Lia)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar