Iklim Investasi Kuat, Gubernur Khofifah Minta Bank Jatim Dorong Pertumbuhan UMKM

  Minggu, 14 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau UMKM Keju Malang. (@khofifah.ip)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membeberkan peluang usaha perbankan di tengah pandemi Covid-19 didepan jajaran Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan Bank Indonesia Korwil Jatim dan Komisaris dan Direksi Bank Jatim Tbk di Ruang Bromo BPD Jatim.

"Alhamdulillah, menurut catatan BKPM, iklim investasi di Jatim cukup kuat. Pertumbuhannya, paling tinggi dibanding provinsi besar lainnya di pulau Jawa saat pandemi Covid-19 tahun 2020. Justru, mengalami kontraksi sementara investasi di Jatim tumbuh positif 33 persen," terang Khofifah melalui keterangan tertulis yang diperoleh AyoSurabaya.com, Minggu (14/3/2021).

Oleh sebab itu, Khofifah meminta Bank Jatim ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan akselerasi pembangunan di Jatim lebih signifikan.

AYO BACA : Iriani Kembangkan Batik Eco Printing dengan Memanfaatkan Dedaunan dan Pewarna Alami

Apakah Orang Meninggal Tahu Saat Makamnya Dikunjungi?
Dimana Keberadaan Roh Setelah Manusia Menemui Ajalnya

"Saya berharap, Dana PEN Bank Jatim tahun 2021 diprioritaskan untuk UMKM dan IKM, mengingat 56,94% PDRB Jatim di support UMKM," pinta mantan Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) itu.

Ia memberi arahan bagaimana harus bekerja sinergis dengan cara penguatan digital banking, penguatan produk perbankan yang lebih customer friendly, serta menjalin kolaborasi yang lebih kuat dengan pimpinan daerah. Tak hanya itu, Khofifah menegaskan bahwa pada zaman sekarang perusahaan harus memahami peta aktor kelembagaan daerah, dunia usaha, dan peluang pembiayaan usaha maupun fungsi penampung dana APBD, begitu juga dengan optimalisasi dana pihak ketiga yang ada di RPJMD masing-masing.

AYO BACA : Pemkot Madiun Izinkan Seluruh Tempat Wisata dan Hiburan Dibuka

Kemudian, Khofifah mengajak jajaran Bank Jatim yang berkumpul di Ruang Bromo Kantor Pusat Bank Jatim untuk menjadikan Jatim lahan investasi menarik bagi penanaman modal dan untuk lebih proaktif ke daerah-daerah. 

"Coba kita memahami, siapa saja aktor - aktor di daerah dan program strategis apa yang ada di 38 kota dan kabupaten di Jatim yang sampai hari ini sudah 17 kepala daerah yang baru terpilih dalam pilkada 2020 lalu telah dilantik dan sertijab," pungkas dia.

"Disitulah tergambar peluang yang lebih besar untuk membangun kerja sama," kata Khofifah, menambahkan.

Diketahui, refreshment itu dilakukan Bank Jatim pada Rabu (10/3/21) lalu dengan mengundang Mendiknas 2009-2014, Prof. M. Nuh Suprajarto dan Dirut Bank Rakyat Indonesi (BRI), serta Dirut Bank Jatim Busrul Iman.

"Saya ingin, peran Bank Jatim sebagai Bank Pembangunan Daerah punya peran ganda, sebagai pengungkit ekonomi daerah dan penyalur kredit murah juga sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah," tandasnya.

Sedangkan, Dirut Bank Jatim Busrul Iman mengamini hal itu. Ia mengaku tetap akan mengoptimalkan dana PEN sebagaimana arahan Gubernur Jatim, yakni sebagai Pemegang Saham Pengendali.

AYO BACA : Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 14 Ditutup Hari Ini, Segera Daftar dan Ketahui Caranya untuk Lolos

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar