Melihat Paras Elok Merpati di Gelanggang Remaja Surabaya

  Minggu, 14 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Suasana perlombaan burung merpati di Gelanggang Remaja Kota Surabaya, Minggu (14/3/2021). (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

TAMBAKSARI, AYOSURABAYA.COM -- Ratusan merpati cantik berlaga dalam perlombaan yang diadakan Indonesiaan Fancy Pigeon Commumity (iFPC) Surabaya Raya pada Minggu (14/3/2021) siang. Perlombaan bertajuk 'National Fancy Pigeon Contest Wali Kota Cup' itu berlangsung di Gelanggang Remaja Kota Surabaya.

Ketua Indonesiaan Fancy Pigeon Commumity (iFPC) Surabaya Raya, Muhafi mengatakan ada ratusan peserta yang ikut dalam event tahunan tersebut. Para peserta berasal dari sejumlah wiltah di Indonesia, mulai dari Banjarmasin, Bekasi, Bogor, Yogyakarta, Solo, Kediri, dan Kota Surabaya sendiri.

"Ada 580 peserta dari seluruh wilayah Indonesia, totalnya ada 580 ekor," kata Muhafi kepada AyoSurabaya.com saat ditemui di halaman Gelanggang Remaja, Minggu (14/3/2021).

Muhafi mengatakan lebih lanjut jumlah peserta yang diikurtsertkan dikurangi 50% karena dalam masa pandemi. Selain itu, para peserta yang juga wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Sebenarnya, kita tidak terlalu banyak (peserta), kita batasi. Sebenarnya, target kita kan ada 1000 lebih, cuma karena pendemi kita batasi segitu saja, dengan kondisi ruangan yang seperti ini. Harus menerapkan prokes, nanti kita juga kasi hand sanitazer, masker, face shield, dan tidak boleh berkerumun dan jaga jarak," sambungnya

AYO BACA : Ciri-Ciri Anda Terkena Asam Urat

Dalam perlombaan merpati itu, ada 54 kelas atau kategori. Selama perlombaan, iFPC juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para peserta maupun pengunjung. Harapannya, dapat meningkatkan kualitas dan daya saing merpati lokal dengan impor.

"Yang kita lombakan adalah kelas-kelas yang sudah umum, favorit dilombakan. Cuma, setiap perlombaan kita selalu membuka dan edukasi kelas-kelas merpati Indonesia. Setiap lomba dimana lagi, begitu nanti kita buka lagi atau pembinaan juga. Kita meningkatkan merpati asli Indonesia, karena merpati yang kita lombakan saat ini kan merpati impor," tandasnya.

Untuk penilaiannya, para juri mengamati keindahan, kesehatan, dan temperamen dari masing-masing merpati. Misalnya, saat di kontes, posisi merpati menentukan angka yang diberikan juri, termasuk keaktifan.

"Ada standarisasi penilaiannya," bebernya.

Muhafi menyebut, event tahunan itu tak hanya berlangsung di kota pahlawan saja. Menurutnya, event serupa akan berlangsung pada seluruh wilayah di Indonesia.

AYO BACA : Dimana Keberadaan Roh Setelah Manusia Menemui Ajalnya

"Sebelumnya, pernah di Bogor, Lamongan, dan hari ini di Surabaya. Mungkin, selanjutnya di Kediri," sebutnya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahydi juga hadir dalam perlombaan itu. Ia mengaku terkesan dengan perlombaan tersebut dan berpesan untuk menerapkan prokes secara ketat.

Untuk kualitas dan pangsa pasar merpati, ia mengaku mendorong pihak iFPC untuk selalu meningkatkannya dari hari ke hari. Agar, UMKM merpati juga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas

"Pesannya dari wali kota sendiri harus semangat dalam meningkatkan taraf hidup lewat UMKM yang ditingkatkan dalam merpati hias. Karena, merpati hias ada potensi yang luar biasa, seperti ini akan selalu ada sekaligus menguatkan lagi ekonomi. Tahun ini kan banyak yang bisa diambil, baik dari sangkar, merpatinya sendiri, aksesoris, dan semuanya," jelas dia.

Selain memperkenalkan merpati kepada publik, Muhafi juga mengedukasi bahwa merpati hias memiliki nilai jual yang tinggi. Bahkan, bisa dijadikan mata pencaharian bagi masyarakat yang ingin menelateninya lebih dalam. Pun dengan para pekerja yang bisa dijadikan alternatif sampingan.

"Untuk orang yang bekerja, bisa jadi sampingan. Misalnya, beternak, nah itu kan berkesinambungan. Ya ada peternak, ada yang berdagang juga," pungkasnya. 

Untuk langganan podium, para peserta dari Kabupaten Kediri sering memenangkan sejumlah kategori. Bahkan, digadang-gadang menjadi 'member' podium kemenangan perlombaan merpati. 
 

AYO BACA : Apakah Orang Meninggal Tahu Saat Makamnya Dikunjungi?

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar