Dusun Sumbulan, Dusun Tak Berpenghuni di Ponorogo Jatim

  Senin, 15 Maret 2021   M. Naufal Hafizh
Salah satu rumah di Dusun Sumbulan yang sudah ditinggalkan penghuninya. Dusun Sumbulan sudah tak berpenghuni sejak 2016. Hanya ada 3 rumah dan 1 masjid yang berdiri. Salah satu rumah sudah mau roboh. (Beritajatim.com/Endra Dwiono)

Dusun Sumbulan sudah tak berpenghuni sejak 2016. Hanya ada 3 rumah dan 1 masjid yang berdiri. Salah satu rumah bahkan sudah mau roboh.

PONOROGO, AYOSURABAYA.COM – Salah satu dusun di Ponorogo tak berpenghuni. Sepi sejak 2016. Hanya ada 3 bangunan yang berdiri, 1 masjid dan 3 rumah. Salah satu rumah bahkan terlihat seperti akan roboh.

Dusun Sumbulan, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, tak berpenghuni setelah satu keluarga terakhir yang bertahan pindah rumah ke Desa Tegalsari Kecamatan Jetis pada 2016.

Dusun Sumbulan tidak jauh dari pusat kota Ponorogo, jaraknya hanya 10 kilometer. Namun, untuk menuju ke sana, harus melewati jalan sawah yang terjal. Jalan tersebut menjadi akses satu-satunya.

Saat masuk dusun Sumbulan, Anda akan disambut dengan lebatnya pepohonan. Luas dusun Sumbulan kurang lebih 1 hektare. Arah barat, utara, dan selatan dusun ini dibatasi oleh sungai. Bagian timur berbatasan dengan sawah yang menjadi satu-satunya akses masuknya.

“Dusun Sumbulan ini sudah tidak berpenghuni dari tahun 2016, saat keluarga adik saya memutuskan pindah ke Desa Tegalsari Kecamatan Jetis,” kata Tohari, salah seorang warga yang pernah menghuni Dusun Sumbulan, Rabu (3/3/2021).

Di dusun itu, kini, hanya masjid yang kokoh berdiri dan terawat. Meski tidak ada penghuninya, masjid itu masih dibuat untuk ibadah.

“Kalau waktu Zuhur dan Asar saya yang azan. Biasanya ya cuma digunakan dua waktu itu,” katanya.

Tohari pindah rumah ke Kelurahan Kadipaten Kecamatan Babadan ikut istrinya pada tahun 1982. Namun, hampir setiap hari dirinya berada di dusun tersebut karena setiap ke sawah, dia beristirahat di masjid tersebut.

“Saya itu pagi ke sawah, istirahat di masjid ini. Setelah itu, kalau sudah sore baru pulang ke rumah,” katanya.

Pada 1960-an, warga yang mendiami Dusun Sumbulan masih banyak. Ada sekitar 40 orang. Namun lambat laun warga mulai meninggalkannya. Ada yang ikut suami atau istrinya setelah menikah. Ada juga yang pindah rumah karena merasa daerah ini sepi.

“Yang muda-muda mana mau kalau tinggal di tempat sepi kayak gini. Aksesnya masih jalan persawahan, selain itu Dusun Sumbulan ini dikelilingi oleh sungai. Jadi bisa dikatakan sepi dan terpencil,” katanya.

Ustaz Abdul Somad Jelaskan 5 Penyesalan Orang Setelah Mati

6 Hal Tak Terduga yang Membuat Anda Gemuk

Tips Membuat Kue Kering untuk Penderita Diabetes

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar