Imam Masjid di Pasuruan Dibacok, Ini Dugaan Motif Tersangka

  Selasa, 16 Maret 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Imam Masjid di Pasuruan Dibacok, Ini Dugaan Motif Tersangka. (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Seorang imam masjid di Pasuruan, AS (73), dibacok oleh M (47), warga Dusun Winong Barat, Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, karena dendam.

"Untuk motifnya jika dikaitkan dengan modus operandi, kita belum bisa mengungkap secara detail. Hanya dari perspektif kami penyidik, kami yakin, jika yang melatarbelakangi pembacokan adalah sebuah kondisi psikologis yang marah atau dendam," kata Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, Senin (15/3/2021).

Dari hasil penyidikan, salah satu faktor kemarahan tersangka ini karena korban sempat mengusir ayam tersangka dengan ketapel saat hewan piaraan itu masuk ke sawah milik imam masjid itu.

"Salah satu faktornya, tersangka ini marah dengan korban karena mengusir ayam tersangka yang masuk ke sawah milik korban," ungkapnya.

Dia meyakini, permasalahan sepele ini diduga rasa dendam yang telah dipendam tersangka hingga timbul niat untuk membacok korban.

"Bukan hanya masalah-masalah sepele. Jadi ada rasa dendam dan kemudian mengarah ke situ," tuturnya.

Polisi sebelumnya melakukan tes DNA darah korban dengan darah yang ditemukan di senjata tajam dan baju milik tersangka M.

Dari hasil tes laboratorium, disebut ada kecocokan antara darah korban dengan barang bukti yang diamankan dari rumah tersangka, polisi kemudian mengamankan tersangka.

"Meski tersangka masih tidak mengaku, tapi kami sudah punya dua alat bukti yang cukup lengkap. Tinggal kita buktikan nanti di pengadilan. Saat ini tersangka sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan kami tahan di sel tahanan Mapolres Pasuruan," tegasnya.

Peristiwa pembacokan itu terjadi pada Senin (1/3/2021) lalu. Saat korban akan menuju masjid untuk Salat Subuh tiba-tiba dibacok oleh orang tidak dikenal.

Korban menderita luka 6 sabetan dengan robekan serius di sekujur tubuh. Korban terluka di bagian kepala, lengan, pergelangan tangan.

Sementara itu, jari kelingking dan jari manisnya putus saat menangkis sabetan senjata tajam dari pelaku. Di punggung korban juga terdapat dua luka sabetan dari senjata pelaku.

Meski polisi mengantongi 2 alat bukti cukup, tersangka M sampai saat ini masih mengelak bahwa dia adalah tersangka pembacok korban.

"Tidak tahu, bukan saya yang bacok," kata tersangka M.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar