Denda Pelanggar Prokes di Jatim Dipakai Apa?

  Selasa, 16 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Satgas Covid-19 beserta relawan membagikan masker di Terminal Cicaheum, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (3/11/2020).(Ayobandung.com/Kavin Faza)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Sejumlah operasi yustisi dilakukan tim gabungan dari unsur Satpol PP, Linmas, TNI, hingga Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di seluruh daerah di Jawa Timur (Jatim). Sasarannya adalah para pelanggar protokol kesehatan, baik di rumah makan, tempat ibadah, terminal, hingga pusat perbelanjaan atau mal.

Dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro Per 9 Maret 2021, denda administratif teerkumpul Rp810.884.150. Pada PPKM Mikro tahap ke-3 selama 5 hari, mulai Selasa (9/3/2021) hingga Minggu (14/3/2021), total denda administratif yang diperoleh mencapai Rp323.254.000.

Lantas, dipakai apa uang itu?

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, seluruh uang yang terkumpul tersebut langsung disetor sesuai pos atau desk masing-masing unsur Satgas Covid-19, baik di Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi.

Untuk setingkat Polres, Polresta, ataupun Polrestabes jajaran Polda Jatim, misalnya, otomatis diberikan ke instansi terkait yang berwenang.

"Polres-polres disetor ke Pemkot masing, kalo Polda Jatim ke Pemprov," kata Gatot saat dihubungi AyoSurabaya.com melalui WhatsApp, Selasa (16/3/2021).

Saat ditanya lebih detail, Gatot mengaku tak tahu. Dia menyebut ada instansi tersendiri dari pihak Pemprov maupun Pemkot yang mengatur perihal peruntukan total denda administratif itu. "Masalah itu uang untuk APBD atau untuk apa, itu pemprov ya yang lebih tahu," katanya.

Di sisi lain, ada sanksi lain yang justru lebih unik untuk para pelanggar yang enggan membayar denda administratif maupun disita kartu identitas dirinya. Kata Gatot, ada jajarannya yang memberikan sanksi berupa push up dan shit up kepada para pelanggar.

"Untuk pengambilan yang tidak bisa membayar denda, ada juga sanksi lain, seperti push up, shit up, dan lain sebagainya," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar