Ustaz Adi Hidayat Sebut 5 Hal yang Bikin Manusia Terjebak Kesenangan Dunia

  Rabu, 17 Maret 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Ustaz Adi Hidayat Sebut 5 Hal yang Bikin Manusia Terjebak Kesenangan Dunia. (Ayobandung.com/Arfian Jammul)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, Alquran telah memerinci bahwa terdapat 5 hal utama yang dapat menjadikan manusia larut dalam kesenangan dunia. Jika ingin mendapatkan kebahagian abadi di akhirat, tinggalkanlah lima hal ini.

Kata Ustaz Adi, lima hal yang dapat menjadikan manusia larut dalam kesenangan dunia, seperti dilansir dari Republika.co.id, yaitu:

1. La'ib (permainan)

Menurutnya, saat melakukan permainan yang disenangi, kita akan merasa bahagia. Namun, itu semua hanyalah sementara karena terikat dengan sifat dunia yang semu.

"Karena itu, tidaklah mengherankan bila permainan telah usai, maka hilanglah kebahagiaan," katanya.

Ulama Banyak yang Wafat, Pertanda Kiamat Sudah Dekat?

Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Akan Terhubung lewat Terowongan

2. Lahw (Kesibukan yang melalaikan)

Ustaz Adi mengajak untuk memperhatikan aktivitas orang-orang di sekitar. Katanya, di antara mereka ada yang larut dalam kesibukan demi berlomba meraih pencapaian semu dunia. Ada yang sibuk bekerja di kantor, transaksi di pasar, belajar di kampus, hingga berjejalan di pelataran jalan-jalanan.

"Uniknya seluruh kesibukan ini dikatakan dapat membuat sebagian kalangan justru merasa bahagia hingga lalai meniti surga," katanya.

Jika Tanah Wakaf Tak Berfungsi Lagi, Pahala untuk Pewakaf Berhenti?

8 Rahasia Salat Subuh, Termasuk Wajah Bercahaya saat Hari Kiamat

3. Zinah (Perhiasan)

Menurutnya, segala yang menyajikan keindahan tampilan, umumnya menghadirkan rasa bahagia sesaat kala mendapatinya. Misalnya saat mengenakan pakaian baru, mendapati jam baru, maka akan terasa bahagia. Demikian juga bagi perempuan yang mengenakan kalung baru, cincin baru, juga gelang baru tentu bahagia.

"Namun semuanya hanyalah aksesoris kehidupan dunia. Saat itu melekat, maka terasa membahagiakan, begitu hilang maka putuslah kebahagian. Tidak abadi," katanya.

Hukum dan Keutamaan Puasa Sunah di Bulan Rajab

Musik Jadi Haram menurut Islam Jika Ada 3 Unsur Ini

4. Tafakhur (Saling Berbangga)

Menurutnya, jenis tafakhur bermacam-macam. Terkadang tampak pada peningkatan status sosial atau bahkan pengetahuan.

Kedudukan, promosi jabatan membuat orang bahagia titik. Selain penghormatan dan penghargaan juga mendapat fasilitas yang tidak diraih sebelumnya. Semula menggunakan motor segala sekarang berganti mobil. Makan pintunya pun dibuka kan orang lain.

"Saat masa purna itu tiba, maka kebahagiaan pun mulai menuju senja lantas sirna. Tidak sedikit di antara pendamba kedudukan mengalami post fower syndrome demi mengenang masa kebahagiaan semua itu," katanya.

Fatwa MUI tentang Buzzer, Haram atau Halal?

Doa Bagi Orang yang Tertimpa Musibah

5. Takatsur fil amwal wal-aulad (Memperbanyak harta dan keturunan)

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, yang paling menjadikan manusia larut dalam kesenangan semu dunia ialah berlomba memperbanyak harta dan keturunan. Para pengusaha larut dalam kebahagiaan saat omzet mulai meningkat, keuntungan datang.

Perkumpulan pun mulai dibuat untuk berlomba meningkatkan harta dan kenikmatan semu dunia. "Namun ketika mengalami kerugian maka mulai datang rasa gelisah. Terlebih saat omzet menurun, terlambat membayar tagihan, kebahagiaan pun sirna," katanya.

Demikian pula, kata Ustaz Adi, dengan keturunan. Ada rasa bahagia saat putera mulai terlahir, tumbuh, hingga bermain dengan anak tetangga. Perbincangan tentang anak kerap menyajikan kesenangan dan harapan untuk menambah jumlah pada saat itulah ada rasa kebahagiaan.

5 Bacaan yang Disarankan Agar Setan Menjauh dari Rumah

Bagaimana Hukum Rayakan Valentine menurut Islam, Boleh atau Tidak?

Namun, itu hanya sementara. Akan tiba saatnya kala ajal datang menjemput dan mengikis kebahagiaan dunia yang telah larut. Di situlah orang tua sadar bahwa anak adalah titipan akan kembali kepada pemiliknya.

Sejatinya semua hal yang di atas hanyalah kebahagiaan semu. Jika kita merasa senang dengan urusan dunia maka itu sementara karena ketika hilang dari kita maka berkuranglah kebahagiaan.

"Di sinilah kita temukan bahwa kebahagiaan sejati hanyalah terakhir di akhirat, kebahagian yang sifatnya luas tanpa batas, melekat abadi, pada setiap aktivitas," katanya.

Pada pesan terakhirnya, Ustaz Adi menyampaikan hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menyampaikan. "Allah azza wa jalla berfirman, ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hambaku yang saleh kenikmatan yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya, dan belum pernah pula terbetik dalam kalbu manusia."

"Demikian puncak kenikmatan surga yang tidak pernah dipandang sebelumnya, tidak pernah dengar kisahnya atau sekadar terlintas dalam pikiran. Berbagai limpahan nikmat yang begitu membahagiakan," katanya.

Amat lah jauh, kata Ustaz Adi, dengan kenikmatan semu dunia. Sungguh indah ungkapan Alquran yang melukiskan nikmat dunia layaknya siklus tanaman. Begitu indah kala menguning, lantas tunduk melayu dan gugur, lalu hancur. Wamal hayatud dunya illa mata'ul ghurur.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar