Sepanjang Pandemi, 106 Perawat di Jatim Gugur

  Rabu, 17 Maret 2021   Andres Fatubun
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memberikan semangat kepada para tenaga kesehatan. (khofifah.ip)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Sebanyak 106 orang perawat di wilayah Jawa Timur meninggal dunia akibat virus corona selama pandemi Covid-19. 

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam peringatan HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia di Kota Malang, Rabu (17/3).

"Kita semua berduka, ada 106 perawat di Jawa Timur yang meninggal karena terpapar Covid-19 pada saat memberikan pelayanan," katanya seperti dikutip dari Republika. 

AYO BACA : Vaksinasi Covid-19 Batalkan Puasa Ramadan? Ini Fatwa MUI

Khofifah melanjutkan perawat yang sudah wafat maupun yang sedang bertuga telah memberikan pengorbanan luar biasa.

"Ini adalah perjuangan dengan pengorbanan yang luar biasa, yang sudah didedikasikan para perawat di Indonesia, khususnya di Jawa Timur," kata Khofifah.

Sehari sebelumnya, Khofifah meminta pemerintah daerah menaikkan honor para perawat yang bertugas di pondok kesehatan desa (ponkesdes). Ponkesdes merupakan fasilitas layanan kesehatan untuk masyarakat di tingkat paling rendah.

AYO BACA : Warga Tak Bebas Pergi Meski Punya Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Dia mengatakan bahwa saat ini besaran honor yang diterima para perawat yang bertugas pada Ponkesdes di wilayah Jawa Timur masih berada di bawah upah minimum kabupaten (UMK). 
"Kita membutuhkan dukungan dari para bupati yang di daerahnya memiliki ponkesdes. Pada ponkesdes itu, ada perawat, dengan honor yang hari ini di bawah UMK," katanya.

Khofifah menjelaskan, meskipun keberadaan ponkesdes merupakan fasilitas layanan kesehatan yang ada pada tingkatan paling bawah, peranannya menjadi penting untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang ada di wilayah perdesaan.

Ponkesdes, menurut dia, merupakan salah satu alternatif terbaik untuk pelayanan kesehatan, khususnya yang ada di wilayah perdesaan. Ponkesdes, ditempatkan tidak jauh dari perkampungan, yang diharapkan bisa membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

 

AYO BACA : Ustaz Adi Hidayat Sebut 5 Hal yang Bikin Manusia Terjebak Kesenangan Dunia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar