Investasi di Jatim Tahun 2021 Diprediksi Meningkat Hingga Rp120 Triliun

  Rabu, 17 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi kurva investasi. (Lorenzo Cafaro dari Pixabay )

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Timur (DPMPTDP Jatim), Aris Mukiyono menyatakan, pergerakan investasi di Jatim dari tahun ke tahun fluktuatif. 

Aris mencatat, penurunan investasi pernah terjadi selama 2016 sampai 2018. Mulai tumbuh lagi tahun 2019. Memasuki tahun 2020, investasi justru semakin meningkat.

"Realisasi investasi tahun 2020, tertinggi sejak 5 tahun terakhir," terangnya, Rabu (17/3/2021). 

Aris menyebut, nilai investasi tahun 2020 di kisaran Rp78,3 triliun. Sehingga, membuat investasi tumbuh sekitar 33,8%. Justru, lebih tinggi dari skala nasional yang hanya 2,1%. 

Oleh karena itu, Aris optimis tahun 2021 ini dapat meningkat pada kisaran Rp 100 hingga 120 triliun. 

AYO BACA : Tren Covid-19 di Malang Menurun, Mudik Diperbolehkan?

"Kenapa lebih tinggi? Karena, nilai investasi dari Rosneft (perusahaan minyak terintgrasi) Rp230 Triliun," bebernya

Belum rampung sampai disitu, realisasi tersebut dapat berlanjut di tahun 2021 ini. Pasalnya, Rosneft tengah melakukan pembebasan lahan. Harapnya, di tahun 2021 telah melakukan proses tawar. 

"Paling tidak, ada tambahan Rp 30 triliun. Sehingga, target bisa terpenuhi," tandasnya. 

Disisi lain, ada pula dari Bandara Kediri yang mulai pembebasan lahan. Ada juga Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik. "Untuk Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, jika sudah menjadi kawasan manufaktur dan teknologi tinggi, kabarnya akan ada 7 investor dari Taiwan masuk ke Jatim," pungkasnya. 

Menurutnya, realisasi investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) didominasi 2 sektor, yakni industri farmasi dan kimia. Sedangkan, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) didominasi sektor telekomunikasi, transportasi, dan gudang. Untuk letaknya, realisasi PMA terbesar berada di Tuban, yaitu PT Petrokimia dan Pertamina Rosneft pengolahan. 

AYO BACA : Video Syur Diduga Diambil di Bogor Beredar di Situs Porno

Pada PMDN, lokasi terbesar realisasinya berada di Kota Surabaya. Ada PT Pelabuhan Indonesia III, yang merealisasikan investasi Rp 5,2 triliun di sektor telekomunikasi transportasi, dan gudang. 

"Di sektor kimia dan farmasi, merealisasikan investasi sebesar Rp 4,9 triliun," beber dia.

Sedangkan, negara yang mendominasi realisasi investasi yaitu Singapura dalam 2 sektor, dari industri makanan Rp 2,1 triliun serta industri kimia dan farmasi Rp 6,6 triliun. Posisi selanjutnya adalah Jepang, dengan industri kayu senilai Rp 0,8 triliun, industri mesin, elektronik dan sebagainya dengan nilai investasi mencapai Rp 0,7 triliun. 

Kemudian Korea Selatan, dengan sektor industri farmasi dan kimia dengan nominal investasi Rp 2 triliun serta industri barang dari alas kaki dan kulit mencapai Rp 0,1 triliun. 

Selanjutnya adalah Hongkong, dengan industri logam dasar, barang logam, dan bukan mesin Rp 0,3 triliun serta industri mineral non logam senilai Rp 1,5 triliun.  

"Negara terakhir, Amerika Serikat. Dengan industri makanan Rp 0,4 triliun dan pertambangan Rp 0,7 triliun," tutupnya.

AYO BACA : Gubernur Jabar dan Jatim serta Sultan Yogyakarta Perbolehkan Mudik dengan Syarat, Bagaimana Jatim?

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar