Bumil Sering Marah-marah, Ini Dampaknya Terhadap Janin

  Minggu, 21 Maret 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi. (Pixabay )

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Temperamen ibu hamil yang meledak-ledak sepertinya sudah banyak dipahami. Namun, sebaiknya pikirkan ulang tentang hal ini, terutama karena dapat berpengaruh terhadap kondisi bayi di dalam kandungan.

Mengutip alodokter, kondisi tubuh wanita saat hamil sebenarnya hampir serupa dengan situasi wanita menjelang menstruasi pada umumnya. Mulai dari payudara yang terasa nyeri, perubahan hormon, hingga gangguan mood. Dari sisi emosi, wanita pada masa-masa ini bisa lebih cepat merasa marah ataupun senang menjadi sedih, dan sebaliknya.

AYO BACA : Kapan Pendaftaran Prakerja Gelombang 15 Ditutup?

Emosi yang Meluap-luap Memicu Beragam Gangguan
Faktor hormonal menjadi salah satu penyebab dari makin seringnya ibu hamil marah-marah, meski tidak terlepas pula dari faktor-faktor lain. Misalnya, akumulasi rasa ketidak-nyamanan yang dirasakan ibu hamil menjadikan dirinya sulit tidur, merasakan tekanan pada kantong kemih, atau rasa kepanasan. Pemicu perubahan mood ibu hamil jadi memburuk juga dapat disebabkan oleh kekhawatiran menjadi orang tua, proses persalinan, dan lain-lain.

Khusus mengenai efek marah pada ibu hamil, sebuah penelitian dilakukan dengan melibatkan 166 wanita pada masa kehamilan trimester kedua. Selanjutnya, mereka dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok yang sering marah dan kelompok yang lebih jarang marah.

AYO BACA : Kapan Insentif Prakerja Gelombang 15 Cair?

Ibu hamil yang sering marah, tampak juga lebih sering merasa tegang sehingga menjadikan mereka depresi. Akibatnya, janin pada ibu hamil menjadi aktif berlebihan dan mengalami keterlambatan pertumbuhan.

Saat sedang marah, tubuh ibu hamil akan dipenuhi hormon kortisol dan adrenalin yang menekan hormon dopamin dan serotonin. Hal ini juga yang akan dialami oleh bayi di dalam kandungan. Akibatnya, bayi yang lahir dari seorang ibu yang sering marah lebih berisiko mengalami gangguan pola tidur, orientasi, kematangan motorik, dan belum lagi bisa mengalami depresi. Seorang psikolog juga mengungkapkan bahwa keadaan psikologis ibu saat hamil akan membantu memengaruhi temperamen bayi.

Wajar saja jika ibu hamil merasa tegang menjelang kelahiran Si Kecil yang ditunggu-tunggu, namun jangan sampai menyikapinya secara berlebihan. Hindari marah-marah karena hanya akan berakibat negatif. Konsultasikan dengan dokter atau psikolog jika ibu hamil kesulitan mengatasi perubahan mood.

AYO BACA : BMKG Prediksi Cuaca Surabaya Hari Ini Akan Hujan Petir Sore Hingga Malam

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar