Minum Kopi sebelum Makan Bahayakan Lambung?

  Rabu, 24 Maret 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Kopi dapat meningkatkan suasana hati, fungsi otak, hingga energi. Namun, jika diminum sebelum makan, apa yang akan terjadi pada tubuh, burukkah bagi lambung? (Unsplash/Guy Basabose)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Kopi dapat meningkatkan suasana hati, fungsi otak, hingga energi. Namun, jika diminum sebelum makan, apa yang akan terjadi pada tubuh, burukkah bagi lambung?

Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kepahitan kopi dapat merangsang produksi asam lambung. Dengan alasan tersebut, orang percaya bahwa kopi mampu mengiritasi perut dan lambung.

Akan tetapi, dari penelitian tersebut, belum ditemukan atau gagal menemukan, hubungan kopi dengan masalah pencernaan, terlepas ketika mengonsumsi saat perut kosong.

Ibu Hamil Jangan Minum Kopi dan Air Dingin, Benarkah?

Kopi, Salah Satu Bahan Alami yang Bisa Turunkan Risiko Diabetes

5 Dampak Buruk Kafein di Kopi dan Teh yang Harus Diwaspadai

Meski banyak yang meminum kopi tanpa didahului dengan makan dan tak mendapat efek apapun, namun sejumlah orang dinilai sangat sensitif ketika meminum kopi secara teratur, termasuk ketika belum mendapat asupan makan, yang menyebabkan mereka mendapat rasa mulas, gangguan pencernaan hingga gejala lainnya.

Karena itu, penting bagi semua orang untuk memperhatikan cara tubuh merespons efek dari kopi tersebut. Terlepas dengan meminum kopi tanpa didahului makan atau dengan asupan terlebih dahulu.

Meminum kopi saat perut kosong dinilai juga dapat meningkatkan hormon stres kortisol. Hormon tersebut diproduksi kelenjar adrenalin yang meningkatkan tekanan darah hingga kadar gula darah.

Namun, tingkat kronis dari hal tersebut dapat memicu lebih banyak masalah kesehatan, termasuk keropos tulang, darah tinggi hingga diabetes dan penyakit jantung.

Minum Kopi Setiap Hari, Ini 9 Manfaat dan 4 Dampak Buruknya

4 Cara Alami Menghilangkan Kantuk Tanpa Kopi, Pernah Coba?

Kadar kortisol secara alami memuncak pada waktu Anda bangun, dan menurun sepanjang hari, hingga akhirnya memuncak lagi selama fase awal tidur. Akan tetapi, menariknya kopi dapat merangsang produksi kortisol.

Beberapa orang mengklaim bahwa meminumnya di pagi hari, ketika kadar kortisol sudah tinggi, bisa berbahaya bagi kesehatan.

Kopi nyatanya juga memiliki efek samping potensial lainnya, dari mulai kafein yang membuat kecanduan dan beberapa orang dengan gen tertentu yang sangat peka terhadapnya. Hal tersebut karena asupan kopi secara teratur pada tubuh dapat mengubah kimia dalam otak.

Minum terlalu banyak kopi juga dapat menimbulkan kegelisahan, jantung berdebar lebih kencang dan panik yang semakin memburuk. Untuk alasan tersebut, para ahli sepakat untuk membatasi asupan kafein pada tubuh, dengan mengkonsumsinya sekitar 400 mg per hari, atau setara dengan 4-5 cangkir (0,95-1,12 liter) kopi.

Ingin Diet Cepat? 5 Minuman Segar dan Enak Ini Bantu Turunkan Berat Badan

Daftar Menu Sarapan untuk Diet Sehat, Enak Semua!

Menu Diet Murah yang Sehatkan Jantung dan Atasi Tekanan Darah

Karena efeknya dapat bertahan hingga 7 jam pada orang dewasa, kopi juga dapat mengganggu tidur, terutama jika meminumnya di siang hari. Kafein dapat lebih mudah melewati plasenta dan efek dari kopi itu, dapat bertahan dalam waktu belasan jam lebih lama dari waktu biasanya bagi wanita hamil dan bayinya.

Wanita hamil pun dianjurkan untuk membatasi asupan kopi menjadi satu hingga dua cangkir per harinya, atau sekitar 240 hingga 480 ml per hari. Dari seluruh fakta tersebut, perlu diingat bahwa minum kopi saat perut kosong, tidak begitu berpengaruh pada frekuensi efek tadi. Meski mitos meminum kopi sebelum makan itu berbahaya, hanya sedikit bukti ilmiah yang menunjukkan meminumnya dengan perut kosong dapat berbahaya.

Sebaliknya, hal tersebut lebih dimungkinkan jika efek yang muncul, tergantung dari bagaimana kondisi tubuh saat meresponsnya. Alhasil, perlu menyesuaikan rutinitas harian dan tubuh dengan minum kopi, utamanya bagi kepentingan tubuh.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar