Aksi 150 Pria Muda dengan Perut Berbentuk "Roti Sobek" Pukau Penonton

  Minggu, 28 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
Para peserta body fit memamerkan otot lengan, perut, dan kakinya secara bergantian di Lenmarc Mall Surabaya, Minggu (28/3/2021).

DUKUH PAKIS, AYOSURABAYA.COM - Ratusan orang berbadan kekar nan sangar mengikuti kontes fit di Lenmarc Mall Surabaya pada Minggu (28/3/2021) siang. Satu persatu peserta yang telah berusia diatas 17 tahun itu memamerkan ototnya.

Terkait hal itu, CEO Urban Athletes, Verawaty Budiyanto menjelaskan, ada 150 peserta yang mengikuti kontes body fit. Penilaiannya, berdasarkan ketajaman bentuk sixpack perut dan otot masing-masing peserta yang didominasi anak muda.

Vera mengungkapkan, minat anak muda kota pahlawan menjadi binaragawan sangat signifikan. Sebab, setiap ada kontes body fit, mayoritas pesertanya adalah kaum millenials alias anak muda. 

Menurutnya, sebagian besar anak muda ingin menjadi binaragawan disebabkan durasi dan usia para pemuda sangat cocok untuk meningkatkan kebugaran otot. Pun dengan stamina yang masih bugar. 

Vera menyebutkan, waktu yang cocok dalam mengolah tubuh menjadi lebih six pack adalah sedari anak-anak. Namun, wajib didampingi pelatih yang berpengalaman. 

AYO BACA : Menyambut Malam Nisfu Sya'ban

“Tapi, kalau bagus yang ngajar, bisa bagus (membentuk) postur tubuhnya," kata Vera kepada awak media, Minggu (28/3/2021).

Vera menyatakan, partisipasi pendamping dalam melatih otot untuk lebih maksimal harus sesuai takaran dan kapasitas tubuh. Sebab, bila dipaksakan, bentuk atau kondisi tubuh bisa tak sesuai ekspektasi.

"Kalau dalam masa pertumbuhan, kemudian yang ngelatih nggak bener, itu bentuk badannya bisa jadi jelek,” tuturnya.

Dalam kategori super beginer, syaratnya tak hanya latihan rutin, tapi juga diimbangi diet ketat sekitar 3 bulan. Tapi, pada kategori new muscle, dslam membentuk otot kekar, membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 tahun. Umumnya, sebelum bertanding, peserta body fit melakoni diet ketat, seperti makan buah-buahan, puasa air, hingga memakan makanan tanpa gula. Mengpa demikian?

AYO BACA : Bom di Makassar Memantik Kenangan Buruk para Pewarta di Kota Surabaya

“Soalnya, yang dinilai ketajaman ototnya. Kalau terlalu banyak (minum air), ototnya nggak kelihatan. Kalau sedikit (air), otonya akan tampak,” ujarnya sembari menunjuk ke arah peserta. 

Dalam penilaian masing-masing kategori, sambung dia, dipantau dari segi simetris bentuk perut dan ketajaman otot, lantaran masing-masing peserta memiliki bentuk otot perut, lengan, sampai kaki yang berbeda-beda. 

Menurut Vera, permasalahan itu dapat diselesaikan dengan cara latihan angkat beban. Caranya, menggunakan tubuh bagian kiri atau kanan. Bila disebabkan faktor genetik, bentuknya tak akan simetris. 

“Makanya itu, pentingnya mulai membentuk postur tubuh sejak dini. Biasanya, orang yang latihan itu ada yang six packnya nggak serasi, kadang kotaknya ada 4 gitu, ada yang cuma 3, kadang kotaknya 4 dan satu diantaranya bergeser kanan atau kiri,” tutupnya. 

 

AYO BACA : Saksi Mata Duga Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar Seorang Wanita

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar