Gubernur Khofifah Minta Warga Perantauan Jatim Tidak Mudik

  Selasa, 30 Maret 2021   Andres Fatubun
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, minta warga Jatim di berbagai daerah tidak mudik tahun ini. (khofifah.ip)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Pemerintah resmi meniadakan mudik lebaran Idul Fitri pada 2021. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengaku setuju dengan kebijakan itu. Dia meminta warga Jatim yang ada di perantauan untuk mematuhi keputusan Pemerintah.

AYO BACA : Info Terbaru Aturan Mudik 2021 hingga Jadwal Larangan Mudik

“Bahwa untuk saat ini suasananya sudah sangat landai saat ini suasananya sudah sangat kondusif untuk bisa menghentikan penyebaran Covid-19. Oleh karena itu dijaga sedikit lagi, vaksinasi juga sudah jalan,” kata Khofifah, di Malang, Selasa, (30/3/2021).

AYO BACA : Jadwal Lengkap Puasa Ramadan, Lebaran, dan Puasa Sunah 2021

Khofifah mengatakan, bahwa keputusan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo yang diumumkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy harus dilakukan. Sebab, berdasarkan pengalaman setiap libur panjang muncul peningkatan kasus konfirmasi positif.

“Setiap ada libur panjang selalu kemudian rata-rata 14 hari berikutnya ada kenaikan kasus konfirmasi positif. Oleh karena itu format pelarangan mudik yang sudah diumumkan oleh Menko PMK kami setuju,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan, masyarakat masih diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menurutnya, pelarangan mudik ini sejalan dengan langkah pemerintah dalam penghentian penyebaran Covid-19.

“Pelandaian diikhtiarkan oleh kita semua kedisiplinan menjaga protokol kesehatan kita ikhtiarkan bersama. Maka untuk tidak mudik di Idul Fitri 2021 ini akan berseiring dengan upaya menghentikan penyebaran Covid-19,”

AYO BACA : Fakta Mudik 2021: Aturan, Sanksi, hingga Jadwal Larangan Mudik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar