Pantangan dan Hal-hal Keramat saat Pemadam Kebakaran Jinakkan Si Jago Merah di Surabaya

  Rabu, 31 Maret 2021   Praditya Fauzi Rahman
[Ilustrasi] Terdapat pantangan dan hal-hal keramat saat pemadam kebakaran Surabaya bertugas atau saat berada di markas. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

 Setiap kali ada yang nekat bermain-main membunyikan lonceng, ada saja kebakaran atau musibah yang terjadi di kota pahlawan. 

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya kerap menemukan sejumlah kejadian aneh di luar nalar dan pengalaman baru setiap menjinakkan si jago merah. Bahkan, ada sejumlah pantangan yang harus ditaati ketika hendak berangkat, saat bertugas, hingga setelah pemadaman. Apakah itu?

Kepala Bidang Operasional Dinas Damkar Kota Surabaya Bambang Vistadi mengungkapkan, pasukannya tak boleh seenaknya sendiri melaksanakan tugasnya di lapangan. Terlebih, saat mengetahui ada benda berharga milik korban yang kerap terabaikan, misalnya mencuri benda itu. Pasalnya, penderitaan yang dialami korban kebakaran sudah sangat berat. Tindakan itupun melanggar hukum.

"Pantangannya buat teman-teman itu sudah kita sampaikan dari awal, kalau yang namanya korban itu ya sudah korban, ojok ditambah soro maneh (jangan di tambah menderita lagi). Artinya, kalau sudah ada korban, lalu mengambil barangnya, apalagi yang berharga, itu tidak boleh di kami. Mungkin tidak hanya di kami, di semua instansi atau masyarakat juga demikian," kata Bambang kepada AyoSurabaya.com, Rabu (31/3/2021).

10 Cara Menghindari Sambaran Petir, Termasuk Tak Berteduh di Bawah Pohon

Bahayakah Main HP saat Hujan-Petir? Ini Penjelasan Ahli

Bila mengetahui atau terbukti ada yang ngeyel melanggar, Bambang tak segan menindak sesuai sanksi yang berlaku atau melaporkannya kepada kepolisian.

Selain merugikan korban, hal tersebut sangat merugikan bagi oknum petugas yang melakukannya. Berdasarkan pengalamannya, oknum yang pernah melakukan tindakan itu sering didera apes. Seperti sakit yang tak kunjung usai, mengalami kesialan, hingga mengalami hal yang dirasakan korban.

Pantangan lainnya adalah dilarang membunyikan lonceng kebakaran yang berada di Markas Pusat Damkar Kota Surabaya. Lonceng peninggalan zaman penjajahan Belanda itu disebut Bambang cukup keramat. Setiap kali ada yang nekat bermain-main membunyikan lonceng, ada saja kebakaran atau musibah yang terjadi di kota pahlawan. Meskipun hal itu tak bisa dinalar dengan pikiran, sampai saat ini, mitos, tradisi, dan keniscayaan tersebut dipelihara. 

"Untuk penjagaan itu, kita ada yang namanya lonceng kebakaran, itu sudah ada sejak zaman Belanda, itu tidak boleh dimainkan. Misalnya, pas posisi lagi siaga atau santai teman-teman di belakang lalu yang di depan itu main-main (lonceng) dan ternyata tidak ada kebakaran, wah jenenge sembrono iku (namanya nekat itu). Kalau dibuat main-main, percaya atau tidak, biasanya akan terjadi kebakaran, baik besar maupun kecil, ataupun musibah lainnya juga," tuturnya.

10 Cara Menghindari Sambaran Petir, Termasuk Tak Berteduh di Bawah Pohon

Bahayakah Main HP saat Hujan-Petir? Ini Penjelasan Ahli

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Dedik Irianto mengamini mitos, tradisi, dan tata tertib yang disampaikan Bambang. Menurutnya, pasukan yang pernah memainkan lonceng hanya demi iseng, justru menjadi bahan perundungan rekan-rekannya. Pun dengan sanksi yang menantinya.

"Biasanya, anak yang main-main itu (lonceng) begitu hanya bercanda, maka akan di-bully habis-habisan. Itu sudah pernah terjadi beberapa kali, selalu ada kejadian seperti itu. Bukan masalah loncengnya, itu dikeramatkan atau tidak, tetapi hanya tanda-tanda saja ya itu kalau yang untuk di sini ya, tapi yang pasti selalu ada kejadian," katanya.

Pertanda buruk lain bagi petugas Damkar Kota Surabaya adalah saat ada orang gila mendekat unit kendaraan saat berada di sekitar lokasi kebakaran. Selain membawa sial petugas damkar, terkadang petugas juga sempat dibuat pusing dengan ulah orang tak waras.

"Lalu, ada juga kalau menemui orang gila tiba-tiba nyelonong dan pegang unit. Wah, wes alamat iku (sudah pertanda itu)," tuturnya.

"Beberapa kejadian kebakaran besar itu, memang seperti itu," tuturnya.

10 Cara Menghindari Sambaran Petir, Termasuk Tak Berteduh di Bawah Pohon

Bahayakah Main HP saat Hujan-Petir? Ini Penjelasan Ahli

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar