Jenis Martial Art yang Disukai Arek Suroboyo

  Minggu, 04 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi Muay Thai. (Christopher Chiu dari Pixabay )

SUKOLILO, AYOSURABAYA.COM -- Founder Rumble Training Camp Surabaya Jeffri Oktavian menilai, olahraga beladiri di Kota Surabaya sudah cukup baik. Namun, akibat Pandemi Covid-19 dalam setahun terakhir, membuat para peminat, petarung, hingga pelatih harus rehat sejenak.

Jeffri mengatakan, untuk para peminat beladiri secara umum di Kota Surabaya, didominasi kalangan tertentu. Pun dengan peminat musiman yang ada tergantung tren. 

"Ada (peminat), yang itu itu saja. Mungkin, peminat lama tetap, tapi sekarang nambah peminat baru, bisa jadi musiman. Nyatanya juga, saat trennya turun, peminatnya juga berkurang dan tidak tumbuh," kata Jeffri kepada AyoSurabaya.com, Minggu (4/4/2021).

AYO BACA : Gelombang 17 Dibuka Kapan Ya?

Untuk segmentasi pasar atau peminat beladiri, baik Muay Thay, Karate, hingga Taekwondo, diminati sejak anak-anak hingga dewasa. Namun, Jeffri berupaya mengatur pola dan kurikulum pelatihan sesuai kebutuhan masing-masing.

Misalnya, untuk kelas pemula, Jeffri memberikan pelatihan seputar hal-hal dasar. Untuk kelas menengah dengan usia remaja hingga dewasa, diajarkan beladiri dengan kualitas sesuai tingkatan skill yang mumpuni. Pada kelas fighter atau petarung, ia memberikan penggemblengan ekstra.

"Sebenarnya, (segmentasi) kita umum, mulai dari anak-anak sampai dewasa maksimal usia 50. Sejak anak itu usia 9 tahun, ada student class, reguler, sampai fighter. Buat saya olahraga beladiri itu bisa dibawa dari level anak-anak sampai orangtua, mulai dari level paling lembut hingga paling keras," ujar pria asal Yogyakarta itu.

AYO BACA : Brimob Polda Jatim Amankan Dus Mencurigakan di Terminal Purbaya

Jeffri menegaskan, ingin mengubah stigma masyarakat tentang olahraga beladiri yang dinilai keras. Menurutnya, seni beladiri dapat disesuaikan pada kebutuhan masing-masing member atau konsumen. Ia mengungkapkan, beladiri tak hanya digunakan untuk bertarung saja, melainkan juga sebagai terapi dan menjaga kebugaran atau stamina saja.

"Stigmanya bukan berarti beladiri itu adalah olahraga keras, tapi melepas energi negatif dengan mukul, nendang, sampai teriak," tuturnya.

Lalu, apa saja seni beladiri yang diminati masyarakat kota pahlawan?

Jeffri mengklasifikasikan, arek-arek Suroboyo cenderung menggandrungi  beladiri asal Thailand, yakni Muay Thai. Pasalnya, beladiri tersebut dianggap paling aktif dalam hal pergerakan, mulai dari pukulan, tendangan, hingga respon terhadap lawan. Pun dengan jurus-jurus yang ada. Posisi kedua adalah Boxing alias tinju. Di kota pahlawan, tinju kerap didominasi peminat atau member pemula. 

Meski begitu, pendekar sabuk hitam itu enggan menentukan apa olahraga yang cocok bagi seseorang. Sebab, saat ada pemula atau petarung tiba di sasananya, ia mengajarkan seluruh seni beladiri. Bila dirasa sudah mumpuni, ia akan mengarahkannya kepada seni beladiri yang diminati seseorang tersebut.

"Kita ajak untuk mencoba seluruh beladiri, supaya mereka mengenal, mencoba, dan mengerti semua. Kita punya 1 program namanya Rumble 45, durasinya 45 menit conditioning fisik, khusus untuk atlit. Tapi kami sesuaikan dengan level member, supaya tidak terlalu berat," tutup pria yang memiliki 3 buah hati itu.

AYO BACA : Ramuan Alami Penurun Tekanan Darah ala Gubernur Khofifah

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar