Flores Timur Diterjang Banjir Bandang, 20 Penduduk Tewas

  Minggu, 04 April 2021   Andres Fatubun
BPBD Kabupaten Flores Timur melaporkan sebanyak 20 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi di beberapa kecamatan pada pagi ini, Minggu (4/4), pukul 01.00 waktu setempat.

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan sebanyak 20 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi di beberapa kecamatan pada pagi ini, Kamis (4/4), pukul 01.00 waktu setempat. Semua korban tersebut kini telah ditemukan. 

"BPBD setempat melaporkan korban meninggal sebanyak 20 jiwa, luka-luka sembilan orang, dan hilang lima orang. 

AYO BACA : Gelombang 17 Dibuka Kapan Ya?

BPBD juga melaporkan 49 KK terdampak hingga siang ini pukul 11.00 WIB. Korban meninggal dan lima warga luka teridentifikasi di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (4/4).

Sementara itu, pihaknya mencatat di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, dua warganya dilaporkan hilang. Sebanyak empat warga luka-luka telah dirawat di puskesmas setempat. Sementara itu, sebanyak tiga warga yang juga dilaporkan hilang berada di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado. 

AYO BACA : Brimob Polda Jatim Amankan Dus Mencurigakan di Terminal Purbaya

BPBD melaporkan kerugian materiil berupa puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng. Selain itu, ada rumah warga sekitar hanyut terbawa banjir serta jembatan putus di  Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur. Aparat pemerintah desa masih terus melakukan pendataan di lapangan. 

Ia menambahkan, pihak pemerintah daerah telah melakukan rapat terbatas antara Bupati, TNI, Polri dan instansi terkait. Salah satunya dengan pembentukan posko penanganan darurat. "Kendala di lapangan yang diidentifikasi petugas BPBD yaitu akses satu-satunya adalah penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sedangkan hujan, angin dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat," katanya.

Oleh karena itu, BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur dan memantau penanganan darurat. Apabila dibutuhkan mobilisasi bantuan, dia menambahkan, BNPB telah siap dengan pengerahan sumber daya.

AYO BACA : Ramuan Alami Penurun Tekanan Darah ala Gubernur Khofifah

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar