KPK Terus Dalami Dugaan Korupsi Proyek PDAM Giri Tirta Gresik

  Minggu, 04 April 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi. (Pixabay )

GRESIK, AYOSURABAYA.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi di proyek PDAM Giri Tirta Gresik. Usai melakukan pemeriksaan terhadap jajaran direksi PDAM, kini lembaga antirasuah mencari mencari tahu ada yang tidak beres dengan kinerja manajemen di perusahaan BUMD tersebut. Sebab, para direksi dan mantan direksi terkesan saling lempar dan menyalahkan.

Dalam seminggu terakhir, ada 15 orang yang sudah dimintai keterangan oleh KPK terkait dugaan penyalahgunaan dana investasi senilai total Rp 133 miliar. Investasi dengan kontrak hingga 25 tahun itu terjadi pada 2012.

Proyek Pipanisasi PDAM Gresik Dihentikan
Investasi yang dimaksud adalah dengan PT Dewata Bangun Tirta (DBT) beruapa kerja sama sistem Build Operate Transfer (BOT) pembangunan proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo senilai Rp 47 miliar.

Sedangkan dengan PT Drupadi Agung Lestari (DAL), investasi kerja sama pembangunan proyek rehabilitation operating operasional transfer (ROOT) di Desa Krikilan Kecamatan Driyorejo, Gresik dengan nilai Rp 86 miliar.

Kendati direksi dan mantan direksi PDAM Gresik sudah menjalani pemeriksaan, namun KPK belum menetapkan siapa yang menjadi tersangka. Menurut sumber internal bahwa proses pemeriksaan akan berlanjut hingga pekan ini. “Tidak ada hal baru, keterangan dan bukti yang ada sudah ada cukup kuat,” ujar sumber yang minta namanya dirahasiakan, Minggu (4/4/2021).

Masih menurut sumber tersebut, pihaknya tinggal mencari tahu siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya kerugian negara di PDAM Giri Tirta Gresik. Pasalnya, mega proyek itu menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 300 miliar, sejak proyek berjalan hingga 2021.

AYO BACA : Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan Sangat Lebat Sepekan ke Depan

Sebelumnya, Dirut PDAM Gresik Siti Aminatus Zariyah membenarkan bahwa pihaknya dipanggil KPK untuk memberikan keterangan. Hal tersebut berlangsung di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Berdasarkan daftar panggilan, pejabat yang dimintai keterangan adalah selain dirinya. Ada empat pejabat yang turut diperiksa KPK. Diantaranya Kepala Litbang PDAM, Kabag Perencanaan PDAM, dan Kabag P3T PDAM.

“Kami berlima telah dimintai keterangan pada Selasa (30/3) lalu. Kemudian, pada hari Rabu (31/3), giliran Diretur Teknik (Dirtek) Harisun, Direktur Umum (Dirum) Budi Hartono, dan Mantan Dirtek Crishadi Susanto,” ujar Riza, sapaan akrab Siti Aminatus Zariyah.

Pada Kamis (1/4), giliran mantan Dirut PDAM Muhammad, dan empat mantan pegawai dan pejabat PDAM lainnya. Yakni Imron, Santoso, Patris (Kepala Satuan RNK), dan mantan Dirum PDAM Zakky. Mereka dimintai keterangan terkait dengan dua perusahaan yang bekerja sama dengan PDAM pada tahun 2012.

Kedua perusahaan tersebut adalah, PT Dewata Bangun Tirta (DBT), dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) tahun 2012, dengan nilai investasi sebesar Rp 133 miliar.

Terpisah, mantan Dirut PDAM Gresik Muhammad menegaskan bahwa telah menyampaikan segala keterangan dan berkas yang diminta. Antara lain dasar pengangkatan dan uraian tugas sebagai Direktur Utama di PDAM Gresik Giri Tirta. Serta, notulen rapat dan kertas kerja terkait Pembahasan Rencana Kerjasama Pembangunan dan Pengembangan IPA Legundi dan Krikilan.

AYO BACA : Gelombang 17 Dibuka Kapan Ya?

Termasuk korespondensi PDAM Gresik dengan PT Drupadi Agung Lestari (DAL), PT PT Dewata Bangun Tirta (DBT), dan Pemerintah Kabupaten Gresik terkait kerjasama pembangunan dan pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Legundi dan Krikilan.

“Poin mananya yang korupsi? Semua proses administrasinya dilakukan secara terbuka. Mulai dari lelang, studi lapang, kelayakan dan sebagainya,” tegas Muhammad.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Gresik itu secara tegas menjelaskan bahwa inevestasi tersebut sangat membantu Pemda Gresik dalam pengelolaan air bersih.

“Karena saat ini pemerintah tidak memiliki anggaran. Nah, jika tidak dieksekusi bisa-bisa Gresik sangat krisis air bersih. Pasalnya, kapasitas produksi sampai tahun 2015 yang membutuhkan air siap pakai sebanyak 1.132 liter per detik. Kemudian, hingga 2019 membutuhkan air sebesar 3.785 liter per detik.

Dirinya mencontohkan kerja sama dengan PT DBT. Mekanismenya, PDAM membeli air baku ke PT DBT Rp 2.500 per meter kubik. Padahal, biaya produksi air PDAM sendiri hanya Rp 1.257 meter per kubik. “Kerjasama progresif. Uang Rp 2.500 per meter kubik itu bukan hanya untuk produksi. Tapi, juga untuk biaya investasi, biaya pengolahan seperti beli tawas dan lainnya,” ujarnya.

Karenanya, Muhammad mempertanyakan tudingan yang menyebut adanya korupsi Rp 50 miliar dalam jual beli air PDAM. Bahkan, Ia mengungkapkan, kerja sama dengan PT DBT dilakukan pada 25 Mei 2012 dengan kapasitas 200 liter per detik dan dengan PT DAL pada 1 Oktober 2012 dengan kapasiatas 400 liter per detik.

“Kerja sama dengan PT DBT dilakukan dengan sistem BOT. Artinya, semua biaya investasi ditanggung investor. Total investasinya mencapai Rp 47 miliar. Kerja samanya berjalan 25 tahun. Setelah itu, aset menjadi milik PDAM,” pungkasnya. 

AYO BACA : Polisi: Senpi yang Diacungkan Pengemudi Fortuner Ilegal

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar