5 FAKTA ATURAN MUDIK 2021, Pelanggar Didenda Rp100 Juta? Ini Jadwal & Fakta Terbaru

  Senin, 05 April 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] 5 FAKTA ATURAN MUDIK 2021, Pelanggar Didenda Rp100 Juta? Ini Jadwal & Fakta Terbaru. (Ayobandung.com)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Benarkah ada aturan mudik 2021 yang menyebutkan bahwa pelanggar yang ngotot mudik pada Lebaran 2021 akan didenda Rp100 juta? Mari kita periksa fakta dan mengetahui jadwal larangan mudik 2021.

Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Ada sejumlah hal yang harus diketahui masyarakat terkait larangan mudik 2021 ini, mulai dari aturan, jadwal larangan mudik, hingga sanksi bagi yang nekat mudik.

Sebelumnya beredar narasi yang menyebutkan warga yang nekat melakukan mudik pada 6-7 Mei 2021 akan didenda Rp 100 juta.

Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Uce Prasetyo.

Akun tersebut membagikan sebuah poster dari salah satu media online yang merinci denda saat mudik.

"Nekat mudik, siapkan denda Rp 100 juta

Sekarang tanggal larangan mudik, yaitu 6-7 Mei 2021".

FAKTA MUDIK 2021

1. Surat Edaran soal Aturan Larangan Mudik 2021 Belum Keluar

Surat Edaran (SE) larangan mudik 2021 batal diumumkan hari ini, Senin, 5 April 2021.

Sebelumnya, SE tersebut dikabarkan akan keluar pada hari ini, Senin (5/3/2021). Namun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menampik hal tersebut.

“Harusnya hari ini. Tapi ternyata masih ada satu kali lagi rapat koordinasi lintas menteri,” ujar Adita Irawati, Juru Bicara Kemenhub saat dimintai keterangan oleh Ayojakarta.com (Ayo Media Network), Senin (5/3/2021).

Dengan begitu, narasi yang menyebutkan pelanggar akan didenda Rp100 juta adalah hal keliru.

2. Jadwal Larangan Mudik 2021

Adapun, pemerintah dalam pernyataannya melarang mudik pada 6-17 Mei 2021. Sebelum dan sesudah tanggal itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan ke luar daerah, kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu.

Pernyataan Muhadjir itu berbanding terbalik dengan pernyataan dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Selasa (16/3/2021). Pada saat itu, Budi mengatakan pemerintah memperbolehkan adanya kegiatan mudik namun tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

3. Orang-orang yang Dilarang Mudik

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah melarang adanya mudik atau pulang kampung di tahun 2021.

Bahkan, Muhadjir menyebut larangan tersebut berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia. Mereka yang dilarang termasuk aparatur sipil negara, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, dan pekerja mandiri.

4. Sanksi Pelanggar Mudik 2021

Sama seperti aturan, hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait jenis sanksi yang akan diterapkan bagi pelanggar mudik 2021. Sementara itu, pada tahun lalu, sanksi kepada orang yang nekat mudik adalah disuruh untuk putar balik.

Pihak berwenang dan lembaga terkait menyatakan akan diadakan rapat kembali dalam rangka menentukan sanksi lain jika diperlukan selain menyuruh putar balik.

5. Sanksi bagi ASN yang Mudik

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengatakan, ada sanksi bagi aparatur sipil negara (ASN) yang nekat mudik Lebaran tahun ini. Aturan sanksi akan dipertegas dalam Surat Edaran Menpan-RB terkait larangan mudik bagi ASN mulai 6-17 Mei. Namun, hingga hari ini, belum ada SE yang mengatur soal sanksi tersebut.

"Edaran Kemenpan-RB prinsipnya mengakomodasi keputusan rapat menteri yang dipimpin Menko PMK, PAN-RB berharap ASN tetap jadi pelopor dan memberikan contoh untuk tidak mudik," ujar Tjahjo melalui pesan singkatnya, Minggu (28/3/2021) dikutip dari Republika.

Tjahjo pun meminta pejabat pembina kepegawaian (PPK) kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah wajib memberikan sanksi kepada ASN yang tetap nekat mudik. Hal ini sebagai bentuk disiplin kepada ASN untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 ke daerah.

"ASN juga wajib mengingatkan keluarga besarnya serta lingkungannya untuk tidak mudik, semata memutus rantai pandemi Covid-19 tidak melebar ke daerah," katanya.

Dia meminta agar ASN berlebaran tahun ini di rumah saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. "ASN saat Lebaran tidak perlu berwisata bergerombol di tempat keramaian, misal tidak perlu ke tempat rekreasi," ujarnya.

Fakta-fakta lain soal Larangan Mudik 2021

Terdapat beberapa fakta-fakta di balik keputusan larangan mudik 2021 ini, seperti dikutip dari Suara (Jaringan Ayobandung.com).

  1. Pernyataan kontradiktif pada waktu yang cenderung berdekatan, antara tidak melarang dan larangan yang disampaikan pemerintah.
  2. Pencegahan akan dilakukan oleh aparat kepolisian dengan melakukan penyekatan di berbagai titik strategis.
  3. Cuti bersama tetap diselenggarakan, namun masyarakat tetap dilarang mudik.
  4. Aturan resmi terkait larangan mudik 2021 akan lebih lanjut dirancang oleh lembaga dan kementerian terkait serta Satgas Penanganan Covid-19.

Itulah fakta-fakta terkait aturan mudik lebaran 2021, jadwal mudik, aturan mudik, hingga denda mudik.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar