12 Ribu Peserta Gelombang 13 Akan Dicabut Jika Tidak Melakukan Ini

  Rabu, 07 April 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi program Kartu Prakerja. (Kartu Prakerja)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Sekitar 12 ribu orang penerima Kartu Prakerja gelombang 13 yang belum membeli pelatihan pertama terancam dicabut dan dimasukkan ke dalam daftar hitam. 

AYO BACA : Insentif 12 Ribu Peserta Gelombang 13 Terancam Hangus, Begini Cara Mengatasinya

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020, bahwa setiap penerima Kartu Prakerja memiliki waktu 30 hari untuk membeli pelatihan pertama sejak tercatat menjadi peserta Kartu Prakerja.

AYO BACA : Alasan Kediri, Surabaya, dan Malang Belum Uji Coba Belajar Tatap Muka

Demikian disampaikan Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu.

Louisa mengatakan batas waktu bagi penerima di gelombang 13 hanya tersisa satu hari lagi yaitu pada Kamis 8 April 2021 pukul 23.59 WIB. 

“Kami berharap mereka bisa memanfaatkan waktu yang masih tersisa ini untuk segera membeli pelatihan di 7 platform digital,” jelas Louisa kepada Ayojakarta, Rabu (7/4/2021).

Peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan insentif berupa bantuan dari pemerintah sebesar Rp 3,55 juta. Rinciannya, peserta akan mendapatkan uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta (tidak bisa dicairkan), insentif pasca-pelatihan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 50 ribu untuk tiga kali atau Rp 150 ribu.

AYO BACA : Liga Champions: Tandang ke Bayern Munchen, PSG Bawa Misi Balas Dendam

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar