130.331 Data Pengguna Facebook di Indonesia Bocor, Kamu Termasuk? Begini Cara Mengeceknya

  Kamis, 08 April 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi facebook. ( Firmbee dari Pixabay )

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Sebanyak 533 juta data pribadi pengguna Facebook diretas dan diedarkan secara online. Dari total keseluruhan, sebagian data pengguna Indonesia juga turut muncul di forum hacker tersebut.

Untuk data pengguna Facebook Indonesia, dilaporkan ada 130.331 orang yang datanya telah diretas.

Data terbanyak berasal dari Amerika Serikat dengan jumlah 32 juta, 11 juta dari Inggris, dan 6 juta dari India.

Ada cara paling cepat dan mudah untuk mengetahui apakah data pengguna bocor di forum tersebut.

AYO BACA : Penerima Kartu Prakerja Gelombang 13: Hari Ini Terakhir Kesempatan Mendapatkan Insentif Rp3,5 Juta!

Cara ini bisa diperoleh dari situs web yang aman karena dibuat oleh peneliti keamanan siber.

Dikutip dari TheGuardian, Rabu (7/4/2021), salah satu situs yang paling populer dan efektif adalah HaveIBeenPwned.com. Situs ini dikelola oleh analis keamanan siber Troy Hunt.

Berikut cara cek apakah data pengguna bocor di situs online:

  • Buka HaveIBeenPwned.com
  • Masukkan email di kolom tersebut
  • Situs kemudian akan menampilkan apakah email pernah dibocorkan atau tidak

Jika data kamu tidak bocor, maka situs akan menampilkan status dengan tanda warna kolom status berwarna hijau.

Sebaliknya, jika data email anda bocor, maka situs akan mendeteksi dan memberitahu dengan menandakan kolom berwarna merah.

AYO BACA : Piala Menpora: Madura United Siapkan Taktik Khusus Hadapi Persebaya

Data yang ditampilkan pun beragam. Mulai dari alamat email, tanggal lahir, jenis kelamin, lokasi negara, nama lengkap, username ID, hingga password.

Situs HaveIBeenPwned.com diketahui telah diakses hingga lebh dari 11 miliar akun pengguna. Facebook pun menjadi website tertinggi yang akun penggunanya dilaporkan bocor secara online.

Namun tak hanya Facebook, website juga menampilkan beberapa aplikasi populer yang menandakan apakah email anda telah bocor atau tidak.

Sebagai contoh, website e-commerce di Indonesia, Tokopedia, juga masuk ke situs tersebut.

Tokopedia sendiri pernah kedapatan kasus kebocoran data pengguna pada April 2020 yang menjangkau lebih dari 15 juta pengguna.

AYO BACA : Jika Tidak Lolos Gelombang 16, Apakah Harus Melakukan Pendaftaran Ulang di Gelombang 17?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar