Pasien Covid-19 RSLI Surabaya Turun Drastis, Petugas Tetap Siaga

  Kamis, 08 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Seorang petugas menunjuk papan indikator pasien Covid-19 di RSLI Surabaya, Kamis (8/4/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Kota Surabaya tinggal 40 orang, namun petugas tetap disiagakan.

Dari jumlah tersebut, artinya hanya ada 10% pasien dari kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) yang disediakan.

Meski begitu, bukan berarti relawan maupun tenaga kesehatan (nakes) menurunkan tingkat kewaspadaan. Pun dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan.

Kepala RSLI Kota Surabaya Laksma dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, pihaknya tetap konsisten. RSLI Kota Surabaya tidak menurunkan kekuatan dan mengantisipasi bilamana terjadi lonjakan.

"Karena, jumlah personel kita memang tetap dan tidak takut dengan terjadinya lonjakan. Tapi, itu tidak kami harapkan, kita siap siaga untuk menghadapi segala libur panjang ini kemarin. Habis ini juga di bulan Ramadan, dilanjutkan libur panjang, kita tetap (siaga)," kata Nalendra, Kamis (8/4/2021).

Nalendra pun ingin masyarakat tetap meningkatkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan berharap virus varian baru di luar negeri tak masuk Indonesia.

"Kuncinya ada pada masyarakat. Bila masyarakat seperti yang ada di Jawa Timur (Jatim) benar-benar mengerti betapa pentingnya prokes, rasanya kita tertolong. Tetap optimis untuk tidak terjadi seperti di luar negeri ada gelombang ketiga," tuturnya.

"Tempat tidur sudah maksimal dan kita siapkan sampai 400-an. Kemarin lonjakannya hanya 350 dan tidak sampai 400, itu sudah kita siapkan. Pengalaman kemarin, harus terapi oksigen, sekarang kita sudah ada oksigen sentral sehingga kita tidak takut lagi untuk menghadapi kasus-kasus yang sedang dan berat. Hampir 10%, jumlahnya kemarin hanya 40 orang dan ini yang menyebabkan kita luar biasa dan rasanya Jatim landai," ujar penanggung jawab RSLI Kota Surabaya itu.

Meski Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim)  sudah ditetapkan di Puskesmas Krembangan, Nalendra tak henti-hentinya meminta kepada masyarakat untuk menerapkan prokes secara ketat. "Sehingga, kita dikumpulkan di sana (untuk vaksinasi), sehingga kita sudah memenuhi target Surabaya, Jatim benar-benar sudah aman. Harapan kita, vaksinasi ini akan terjadi (seluruhnya) dan kita punya kekebalan biarpun kita belum tahu efektivitasnya. Tapi, rasanya kita optimis untuk hasil yang luar biasa ini," kata Perwira Tinggi AL dengan 2 bintang dipundaknya itu.

Namun, Nalendra ingin para nakes, relawan, dan pihak terkait dalam RSLI untuk tidak 'spaneng' dalam menangani pasien Covid-19. Maka dari itu, ia mengajak seluruhnya untuk rekreasi dengan rafting dan arung jeram.

"Kita (RSLI) masih sangat landai, bagaimana teman-teman kemarin saya ada kan untuk rekreasi mental bergiliran dan membuat kerjasama tim untuk lebih sulit lagi dan itu yang kita inginkan," tuturnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar