Tips Mengatasi Rasa Bosan Saat Belajar Daring

  Jumat, 09 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi belajar di rumah.

WONOKROMO, AYOSURABAYA.COM -- Belajar secara daring di rumah bisa menyebabkan kejenuhan. Entah karena proses pembelajaran tak sesuai, salah metode pembelajaran, atau pasif. Bukannya senang dan mengerti, malah peserta didik menjadi stres.

Untuk itu, Koordinator SD Al Islam Al Falah Surabaya, Juwito Ashari memberikan sejumlah tips agar para peserta didik tak jenuh melakoni belajar daring. Kendati kegiatannya dilakukan secara daring atau online. 

Juwito menerangkan, supaya anak-anak lebih fokus dan senang melaksanakan belajar daring, seyogyanya tenaga pengajar berupaya mengemas kegiatan dalam sebuah konten yang unik dan menarik. Pun dengan penyampaian materi yang dilakukan selama tatap muka via Zoom, WhatsApp, maupun media sosial lainnya.

"Untuk menarik biar lebih fokus, konten-kontennya dikemas secara menarik," kata Juwito kepada AyoSurabaya.com, Jumat (9/4/2021).

Juwito beranggapan, kegiatan belajar online justru cukup efektif. Sebab, tak memakan waktu, biaya, dan tenaga. Hanya saja, smartphone harus terkoneksi lancar dengan paket data atau wifi yang menurutnya juga bisa 'diakali' supaya tidak membengkak.

Menurut Juwito, ada baiknya para pengajar menerapkan proses belajar mengajar secara aktif. Artinya, peserta didik diajak mengulas tentang materi secara detil, unik dan menarik, lalu diajak melakukan gerakan-gerakan tertentu agar tidak bosan.

AYO BACA : Jika Tidak Lolos Gelombang 16, Apakah Harus Melakukan Pendaftaran Ulang di Gelombang 17?

Misalnya, ketika ia mengajar peserta didiknya yang masih Sekolah Dasar (SD), ia menerapkan gerakan-gerakan sholat ketika pelajaran Al Islam (Agama Islam). Begitu juga dengan dongeng dan tausyiah. Dengan begitu, hal serupa bisa diterapkan sesuai mata pelajaran tertentu sesuai materi.

"Karena online kan mudah ya, kita pakai video dan gerakan-gerakan. Misalnya, dengan meletakkan tangan ke dada kita dan menyebut nama Allah, begitu juga yang lain yang ada di videonya. Ada juga latihan sholat ied, motivasi, dan lain-lain," ujar pria yang akrab disapa Pak Hari itu.

Juwito memaparkan, belajar dan praktik tak wajib dilakukan secara tatap muka. Sebab, secara otodidak pun, para peserta didik, baik dengan pendampingan orangtua atau tidak, seharusnya bisa berjalan lancar.

"Harapannya, tetap semangat ibadah, belajar. Karena, belajar tidak perlu menunggu diruangan atau offline, tapi juga online, bisa otodidak sendiri," tuturnya.

Namun, untuk beberapa mata pelajaran tertentu, memang di 'sunnatkan' untuk didampingi orangtua atau guru. Sebab, dikhawatirkan adanya hal yang tak bisa mengerti atau miss, yang bisa diluruskan oleh pendamping. Sehingga, peserta didik tak bingung dengan materi yang disampaikan dan tidak salah tafsir.

"Tapi, yang penting belajar itu harus ada guru, supaya spiritualnya bisa bertransformasi," tutupnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar