Pemprov Jatim Siapkan Vaksinasi Covid-19 Malam Hari Usai Berbuka Puasa

  Jumat, 09 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi vaksinasi.

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, mengatakan Pemerintah Provinsi Jatim mempertimbangkan opsi perihal proses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 usai buka puasa saat bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah (H).

"Opsi itu (vaksinasi usai berbuka puasa), kita sediakan. Tapi, mungkin secara penjadwalan perlu kita antisipasi, proses vaksinasi setelah buka puasa," kata Emil, Jumat (9/4/2021).

AYO BACA : Mudik Dilarang, Mojesemi Forest Park Bidik Wisatawan Lokal

Kendati sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia Jatim telah mengeluarkan fatwa bila proses vaksinasi tak membatalkan puasa. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa percepatan vaksinasi tak terhambat meski melakukan ibadah selama Ramadan.

"Kan, ada pandangan dari MUI, sebenarnya itu (vaksinasi saat puasa) tidak membatalkan puasa," tuturnya.

AYO BACA : Nekat Mudik Lewat Jalur Tikus, Jika Ketahuan Apa Sanksinya?

Untuk mekanisme dan penjadwalan pelaksanaan vaksinasi selama bulan Ramadan, Emil menegaskan akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi. Begitu pula dengan masing-masing pemerintah Kota/Kabupaten terkait. Sebab, vaksinasi tersebut melibatkan tenaga vaksinator.

"Saya pikir, detilnya akan diumumkan Dinas Kesehatan Provinsi. Supaya, lebih detail," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar menjelaskan, program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah Indonesia tak akan terganggu saat bulan suci Ramadan nanti. Miftachul menyebut, MUI telah mengeluarkan edaran bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa. 

Meski begitu, MUI menganjurkan agar vaksinasi selama bulan Ramadan dilakukan pada malam hari saja. “Tidak (membatalkan puasa), (Vaksin) itu kan fungsinya hanya untuk memperlancar isi perut saja. Semacam nutrisi penguat saja,” beber Miftachul saat ditemui di Surabaya, Minggu (21/3/2021).

Dalam surat edaran tersebut, dianjurkan agar pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan pada malam hari. “Umpama sehari, kalau untuk mempercepat proses agar segera terlaksana dengan tertib dan standar. Sebagaimana yang telah ditentukan, ya boleh,” lanjutnya.

AYO BACA : Jika Tidak Lolos Gelombang 16, Apakah Harus Melakukan Pendaftaran Ulang di Gelombang 17?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar