Tanda Bayi Tuli dari Lahir & 3 Jenis Gangguan Pendengaran pada Anak

  Jumat, 09 April 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Gangguan pendengaran bisa terjadi kepada anak-anak, termasuk bayi tuli dari lahir dengan sejumlah tanda-tanda. (Pixabay)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Gangguan pendengaran bisa terjadi kepada anak-anak, termasuk bayi tuli dari lahir dengan sejumlah tanda-tanda.

Seperti disampaikan dr Hably Warganegara, Sp. THT-KL, Dokter Spesialis THT, Bedah Kepala dan Leher RSPI Bintaro Jaya, ada empat jenis gangguan pendengaran yang bisa diderita anak.

Mengenalinya lebih dini dapat membantu anak terhindar dari risiko tuli permanen. Berikut 4 gangguan pendengaran yang dirangkum Suara.

1. Tuli dari lahir

Dr Hably mengatakan, gejala dari gangguan pendengaran ini adalah keterlambatan anak berbicara sesuai fase usianya. Jika anak belum dapat bicara hingga usia satu tahun maka dia mengimbau agar orang tua membawanya ke dokter spesialis THT.

"Diperkirakan ada 5000 bayi lahir tuli di Indonesia. Efeknya tentu saja memicu gangguan kognitif psikologi dan sosial. Anak jadi sulit berkomunikasi, dan tertinggal dari segi kepandaiannya," ujar dr Hably.

Penyebab Tuli dari Lahir

Ada beberapa faktor risiko pemicu gangguan pendengaran ini, antara lain riwayat keluarga, infeksi TORCHS saat dalam kandungan, bayi lahir prematur, dan terkena infeksi meningitis.

Untuk mendeteksi gangguan ini, dr Hably nenganjurkan agar anak dilakukan pemeriksaan OAE. Sementara untuk penangananya dilakukan dengan pemasangan alat bantu dengar, atau implan koklea.

2. Gangguan pendengaran akibat bising

Kondisi ini biasa terjadi jika anak sering terpapar suara di atas 85 dB. Umumnya sumber suara bising ini berasal dari suara pabrik industri, sound system, atau tempat game di pusat perbelanjaan.

Efeknya, kata dr Hably, mungkin tak akan dirasakan sekarang tapi pada usia 30-40 tahun mendatang, anak bisa mengalami gangguan pendengaran.

Dr Hably mencontohkan tempat hiburan atau permainan anak memiliki suara dengan tingkat 128 dB. Hal ini seharusnya hanya boleh didengar oleh telinga anak selama tiga detik. Ia berharap bisa menjadi pertimbangan bagi orang tua ketika mengajak anak ke pusat hiburan anak.

3. Otitis media akut

Otitis media akut atau juga kerap disebut congek-an adalah infeksi di telinga tengah karena bakteri atau virus. Gejala umumnya diawali batuk, pilek, dan telinga terasa penuh, hingga nyeri telinga yang hilang timbul. Pada stadium akhir, anak yang mengalami otitis media akut akan mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Tata laksana bisa dengan mengunjungi dokter spesialis THT untuk diperiksa hingga diberi obat antibiotik tetes telinga jika perlu.

4. Serumen prop

Gangguan pendengaran serumen prop biasa dipicu oleh kotoran telinga yang terdorong ke bagian dalam karena pola pembersihan yang salah. Biasanya karena dipicu penggunaan cotton bud yang terlalu berlebihan. Anak akan mengalami rasa nyeri dan kekurangan pendengaran atau seringkali tidak menimbulkan gejala.

"Yang normal itu yang bisa keluar sendiri. Boleh dibersihkan dengan cotton bud kalau gatal saja. Jangan bersihkan berkali-kali karena kulit liang yang tipis sehingga bisa mengalami infeksi," kata dia.

Itulah tanda bayi tuli dari lahir, faktor penyebabnya hingga jenis-jenis gangguan pendengaran yang dialami anak-anak.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar