Doni Munardo Minta Warga Gunakan Kearifan Lokal untuk Antisipasi Bencana

  Minggu, 11 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Kepala BNPB Letjen TNI, Doni Monardo. (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Kepala BNPB Letjen TNI, Doni Monardo, mendatangi sejumlah lokasi yang terdampak gempa bumi di Kabupaten dan Kota Malang pada Minggu (11/4/2021) siang. Salah satunya adalah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).

Doni mengimbau, masyarakat harus selalu tanggap terhadap beragam bencana alam di sekitar, termasuk gempa bumi berkekuatan 6,1 SR pada Sabtu (10/4/2021) dan gempa susulan pada Minggu (11/4/2021) pagi ini.

Doni ingin, masyarakat untuk tak bergantung dengan teknologi yang ada seperti saat ini. Sebab, saat terjadi bencana alam, jaringan telekomunikasi bisa rusak sewaktu-waktu.

Oleh karena itu, Doni akan menginap ditengah-tengah masyarakat agar dapat mengetahui pemanfaatan kearifan lokal disekitar. Salah satu fungsinya adalah untuk memantau kondisi gempa bumi. Ia lantas menyarankan untuk menunjukan salah satu contoh yakni berupa gelas yang jatuh.

AYO BACA : Gelombang 17 Kemungkinan Dibuka Setelah Lebaran, Kuotanya Lebih Sedikit?

"Masyarakat, jangan selalu memanfaatkan teknologi radio dan internet, ketika terjadi bencana alam. Karena, (saat dan setelah bencana), bisa terjadi akses jaringan sedang rusak," kata Doni saat berada di Kantor Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021).

Doni menuturkan, kawasan pantai selatan memang rawan terjadi bencana gempa umi dan tsunami. Pun dengan kawasan Malang yang diamininya.

"Contohnya, dengan memanfaatkan gelas yang ditumpuk, bila gelas jatuh dan gempa berlangsung lama, harus (segera) mengungsi atau segera naik ke gunung apabila rawan tsunami. Masih banyak kearifan Lokal Masyarakat sekitar yang disesuaikan dengan wilayahnya masing-masing," tuturnya

Doni mengungkapkan, pemerintah selalu hadir terhadap para korban bencana alam diseluruh Indonesia. Begitu juga dengan yang terdampak gempa di kawasan Malang dan sekitarnya dengan bukti real, yakni memberikan bantuan sembako, trauma healing, sampaj membantu pemulihan kondisi rumah pasca bencana.

AYO BACA : Jika Tidak Lolos Gelombang 16, Apakah Harus Melakukan Pendaftaran Ulang di Gelombang 17?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar