Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Dapat Bantuan Rp50 Juta

  Senin, 12 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat berada di Dusun Krajan, Desa Sidomulyo Kecamatan Peonojiwo, Kabupaten Lumajang.

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali meninjau sejumlah titik yang terdampak gempa bermagnitudo 6,1 yang terjadi di beberapa daerah di Jatim. Pada Senin (12/4/2021) siang, 

Khofifah berada di Dusun Krajan, Desa Sidomulyo Kecamatan Peonojiwo, Kabupaten Lumajang, lalu menghampiri desa yang lain bergiliran.

AYO BACA : Tok ! Pemerintah Resmi Tetapkan Awal Puasa Selasa 13 April 2021

Khofifah menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder atau instansi terkait, pun dengan pelibatan anggota TNI dan Polri dalam proses recovery dan rekonstruksi. Sesuai arahan Kepala BNPB, bila kategori kerusakan ringan dan sedang, akan dilakukan dengan skema swakelola. Namun, untuk kategori rumah yang rusak berat, bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 50 juta, di luar biaya pembangunan. 

"Sedangkan, untuk pembenahan fasilitas umum dan fasilitas sosial, akan ditangani oleh PUPR," kata Khofifah saat berada di lokasi, Senin (12/4/2021).

AYO BACA : Jika Tidak Lolos Gelombang 16, Apakah Harus Melakukan Pendaftaran Ulang di Gelombang 17?

Khofifah menuturkan, arahan Presiden RI, Joko Widodo adalah proses rekonstruksi diharap rampung dalam kurun waktu sekitar 2 bulan. Maka dari itu, pergerakan dari seluruh SDM yang ada, akan dipetakan sesuai tingkat kerusakan masing-masing rumah.

"Kita berharap bersama, proses rekonstruksi ini bisa selesai, paling lama 2 bulan," tuturnya. 

Untuk percepatan proses recovery dan rekonstruksi saat ini, diperlukan langkah validasi yang cepat dan tepat untuk mengetahui berapa banyak hunian warga yang terdampak dan masuk dalam kategori ringan, sedang, hingga berat. Pun dengan fasum dan fasos. Khofifah lantas meminta agar data itu diumumkan atau ditempel di balai desa maupun di titik yang strategis supaya warga terdampak daoat memastikan datanya tercatat dengan benar. 

"Format data ini, akan kita pastikan lebih detail lagi dengan validasi data yang dikordinasikan para bupati. Dan di lini paling bawah oleh kepala desa, babinsa, bhabinkamtibmas dan relawan, termasuk teman-teman media bisa mereport jika ada yang tertinggal dalam pendataan," ujarnya. 

Lalu, untuk mengantisipasi munculnya cluster Covid-19 di pengungsian, pemerintah akan memberikan bantuan tunggu hunian senilai Rp 500 ribu per bulan untuk masing-masing rumah tangga. Harapannya, warga yang terdampak dapat menggunakan uang itu untuk menyewa rumah. Format itu juga dipastikan lebih detil kembali dengan melakukan validasi data kepada para korban.

AYO BACA : 6 Manfaat Bawang Dayak, Manjur Obati Diabetes dan Jaga Kolesterol Normal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar