[Cek Fakta] Anggota Brimob Meninggal Dunia Usai Divaksin AstraZeneca?

  Selasa, 13 April 2021   Andres Fatubun

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Seorang pengguna Twitter membagikan narasi pada 8 April 2021, menyebutkan satu anggota Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri di Maluku meninggal setelah disuntik vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Berikut potongan narasi yang beredar di Twitter:
Korban Vaksin lagi
Kini Anggota Brimob d Maluku
Alm vaksin hari Minggu kemarin setekah vaksin Astrazaneca banyak anggota Brimob hilang kesadaran dan histeris di UGD. Perawatan oleh RS. Bhayangkara. 

Informasi tersebut diunggah oleh pemilik akun Twitter dengan nama @Wedhus999. Unggahan tersebut juga mendapatkan atensi yang cukup tinggi dari masyarakat dengan jumlah retweets sebanyak 179, 73 balasan, dan 271 orang yang menyukai.

Penjelasan

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono menegaskan anggota Brimob Polda Maluku Iptu Laurens Tenine meninggal dunia karena terjangkit COVID-19, bukan akibat vaksinasi.

AYO BACA : 7 Kebiasaan Tidak Sehat di Bulan Puasa

"Dilakukan sampel pemeriksaan COVID-19 di RS Haulussy Ambon dengan hasil positif," kata Argo sebagaimana dilaporkan ANTARA.

Polda Maluku, lanjut Argo, telah melakukan pemeriksaan dan memastikan Iptu Laurens Tenine yang bertugas sebagai anggota Brimob Polda Maluku meninggal dunia karena terjangkit COVID-19.

Argo Yuwono mengemukakan Iptu Laurens Tenine meninggal dunia bukan karena disuntik vaksin Astra Zeneca tetapi karena sebelum disuntuk vaksin, almarhum telah positif Covid-19. 

Ia menyatakan telah dilakukan sampel pemeriksaan Covid-19 di RS Haulussy Ambon dengan hasil positif.

AYO BACA : Cara Berbuka Puasa Sehat ala Rasulullah SAW

Kronologi meninggalnya anggota Brimob tersebut, Argo menjelaskan keluarga pasien tiba ke RS Bhayangkara dengan kondisi Iptu Laurens Tenine sudah tidak sadarkan diri. Setelah diperiksa oleh dokter jaga di UGD, diketahui tidak ada respons napas dan nadi. 

Dokter jaga di UGD melakukan tindakan resusitasi jantung dan paru selama satu siklus dan dinyatakan tidak berhasil. Pasien juga diperiksa rekam jantung dengan alat EKG  didapatkan hasil norespons. Untuk refleks pupil dan kornea negatif dan dinyatakan meninggal dunia pukul 07.17 WIT.

Program vaksinasi untuk aparat kepolisian di Kota Ambon mulai berlangsung pada Ahad (28/3), setelah sehari sebelumnya dilaksanakan untuk tenaga kesehatan. 

Vaksinasi Covid-19 untuk seluruh personel kepolisian daerah itu dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Untuk penyuntikan vaksin tahap pertama dilakukan terhadap 300 personel Brimob Polda Maluku.

Kesimpulan

Klaim informasi anggota Brimob Maluku meninggal usai divaksin AstraZeneca adalah salah. 

AYO BACA : Menu Buka Puasa: Cara Membuat Es Timun Serut, Mudah dan Murah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar