Begini Salat Tarawih di Rumah dan Urutan Bacaan Surat Pendeknya

  Jumat, 16 April 2021   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi Begini Salat Tarawih di Rumah dan Urutan Bacaan Surat Pendeknya. (Ayobandung.com)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Jika berhalangan salat tarawih di masjid karena sakit dan takut menularkan Covid-19, Anda bisa salat tarawih di rumah.

Lantas bagaimana cara salat tarawih di rumah?.

Berikut tata cara salat tarawih di rumah:

1. Baca Niat Salat Tarawih

Baca niat berikut saat akan melakukan Salat Tarawih.

"USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA'ALAA."

Artinya: "Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala".

2. Takbirotul Ikhram

Laksanakan Takbirotul Ikhram sama seperti menjalankan sholat Fardhu.

3. Baca Al-fatihah dan Surat Alqur'an.

Selanjutnya baca Al-fatihah dan salah satu surat Al-quran. Jika Anda hanya mampu membaca surat pendek dari Juz Amma tak apa. Bacalah sesuai dengan kemampuan Anda.

4. Ruku'

5. I'tidal

6. Sujud

7. Iftirasy (Duduk di Antara Dua Sujud)

8. Sujud Kedua

Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua.

9. Membaca Surat Al-Fatihah

10. Membaca Surat Alquran

11. Ruku'

12. I'tidal

13. Sujud

14. Iftirasy (Duduk di Antara Dua Sujud)

15. Sujud Kedua

16 Tasyahhud Akhir

17. Salam

Jumlah Rakaat Salat Tarawih
Perlu diketahui, jumlah rakaat Salat Tarawih dapat Anda tambah dengan 3 rakaat Salat Witir. Namun ada juga yang mengerjakan salat tarawih 20 rakaat ditambah dengan 3 rakaat sholat witir. Meski begitu, masing-masing dikerjakan setiap 2 rakaat dan diakhiri dengan salam.

Salat tarawih sebaiknya ditutup dengan Salat Witir yang jumlah rakaatnya ganjil. Niat salat witir bervariasi, umumnya 1 rakaat atau 3 rakaat.

Urutan Surat Pendek Salat Tarawih

 Salat tarawih ialah salat malam yang dikerjakan pada bulan Ramadan. Salat ini hukumnya sunnah muakkad, boleh dikerjakan sendiri atau berjamaah.

Dilakukan sesudah salat Isya sampai waktu fajar, salat sunah ini disebut juga "qiyaamu Ramadan."

Bilangan rakaatnya yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW ada 8 rakaat. Umar bin Khattab mengerjakannya sampai 20 rakaat. Amalan Umar bin Khattab ini dipakai oleh ljma' (kesepakatan ulama).

Ada dua cara untuk melaksanakan salat tarawih, yaitu 2 rakaat disertai salam, dan 4 rakaat disertai salam. Setelah selesai salat tarawih hendaknya diteruskan dengan salat witir, sekurang-kurangnya 1 rakaat. Tetapi umumnya dikerjakan 3 rakaat dengan 2 salam dan boleh pula dikerjakan 3 rakaat 1 salam.

Ustaz Abdurrahman El-Fati dalam Panduan Shalat Praktis dan Lengkap mengatakan surah yang dibaca sesudah Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat boleh mana saja yang kita kehendaki. Umpamanya mulai dari surah At-Takatsur (Al Haakumut takaatsur...) sampai surah Al-Lahab (Tabbat yadaa abii lahabiw...). Sedang pada rakaat kedua setelah membaca al-Fatihah boleh dibaca sembarang surah, tetapi diutamakan surah Al-Ikhlash (Qul Huwallaahu ahad...).

Lafal niat salat tarawih:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا/امام ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunahat taraawiihi rak'ataini (ma-muuman/ imaaman) lillaahi ta'aalaa.

"Aku niat mengerjakan salat sunnah tarawih dua rakaat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta'ala."

Dalam salat tarawih, surah-surah yang sering dibaca adalah surah-surah pendek yang sudah biasa dibaca oleh masyarakat. Akan tetapi, sebaiknya setelah membaca Al-Fatihah pada malam pertama sampai dengan malam pertengahan Ramadan urutan surah yang dibaca pada setiap rakaat pertama adalah:

  • At-Takaatsur
  • Al-Ashr
  • Al Humazah
  • Al-Fiil
  • Quraisy
  • Al-Maa'uun
  • Al-Kautsar
  • Al-Kafirun
  • An-Nashr
  • Al-Lahab

Pada rakaat kedua dibaca surah Al-Ikhlas.

Pada pertengahan Ramadan sampai akhirnya, pada setiap rakaat pertama sebaiknya membaca surah Al-Qadr, dan pada rakaat kedua secara berurutan dibaca:

  • At Takaatsur
  • Al-'Ashr
  • Al-Humazah
  • Al-Fiil
  • Quraisy
  • Al-Maa'uun
  • Al-Kautsar
  • Al-Kafirun
  • An-Nashr
  • al-Lahab

Disunnahkan untuk mengakhiri salat tarawih dengan bacaan doa qunut setelah mengerjakan salat witir. Di samping itu, untuk menertibkan dan menyemarakkan pelaksanaan salat tarawih, sebaiknya ditunjuk seorang bilal, yaitu orang yang bertugas memandu pembacaan selawat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar