Berapa Jumlah Peserta Kartu Prakerja yang Dicabut dari Gelombang 12 Hingga 14?

  Senin, 19 April 2021   Andres Fatubun

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020, bahwa setiap penerima Kartu Prakerja memiliki waktu 30 hari untuk membeli pelatihan pertama sejak tercatat menjadi peserta Kartu Prakerja.

Apabila lewat dari batas tersebut dan penerima belum membeli pelatihan pertama, maka kepesertaan penerima Kartu Prakerja akan dicabut dan dimasukkan ke dalam daftar hitam.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, jumlah penerima kartu prakerja yang kepersetaannya dicabut atau hangus atau masuk daftar hitam adalah sebagai berikut.  

- Gelombang 12, sekitar 11 ribuan
- Gelombang 13, sekitar 12 ribuan
- Gelombang 14, 8.198 orang. 

AYO BACA : Pekerja Mengundurkan Diri Sebelum Lebaran Masih Bisa Dapatkan THR?

Maka jika dijumlah, total peserta yang dicabut dari Gelombang 12 hingga 14 sebanyak 31 ribuan. 

Hingga berita ini diturunkan, masih ada kemungkinan kepesertannya kartu prakerja yang dicabut dari gelombang 15 dan 16. 

Selanjutnya, kuota peserta dari Gelombang 12 hingga 16 yang dicabut atau hangus akan dialihkan untuk Gelombang 17.

Sebagai perbandingan, jumlah peserta yang dicabut pada Gelombang 1 hingga 10 mencapai 364.622 peserta yang kemudian diberikan untuk Gelombang 11. 

Lalu Kapan Gelombang 17 Dibuka?

AYO BACA : Cara Menghitung THR Pekerja Harian

Banyak yang menanyakan kartu prakerja gelombang 17 kapan dimulai atau kapan dibuka? Menanggapi hal itu Pelaksana Kartu Prakerja melalui Instagram memberikan jawabannya.

"Mohon ditunggu untuk pendaftaran gelombang berikutnya ya. Pasti akan kami infokan melalui media sosial Prakerja," ujarnya menjawab pertanyaan netizen yang dikutip Ayojakarta.com (Ayo Media Network), Jumat (2/4/2021).

Sebelumnya, Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu menegaskan bahwa terdapat opsi lain yang tengah direncanakan pihaknya. 

"(Kartu Prakerja Gelombang 17 akan dibuka bila ada kepesertaan dari gelombang 12-16 yang dicabut karena tidak membeli pelatihan pertama dalam 30 hari sejak mereka ditetapkan sebagai penerima Kartu Prakerja," ujar Loisa kepada Ayojakarta, Rabu (31/3/2021).

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020, bahwa setiap penerima Kartu Prakerja memiliki waktu 30 hari untuk membeli pelatihan pertama sejak tercatat menjadi peserta Kartu Prakerja.

Apabila lewat dari batas tersebut dan penerima belum membeli pelatihan pertama, maka kepesertaan penerima Kartu Prakerja akan dicabut dan dimasukkan ke dalam daftar hitam.

Jika merujuk pada informasi di atas, Gelombang 17 diprediksi akan dibuka setelah Lebaran 2021. 

AYO BACA : Cara Menghitung THR Bagi Pekerja yang Belum 12 Bulan Bekerja Sesuai Ketentuan Pemerintah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar