Sejarah Bunker Tegalsari dan Bangunan Serupa di Kota Surabaya

  Senin, 19 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Bunker Tegalsari yang direstorasi di Jalan Tegalsari, Kota Surabaya. Senin (19/4/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

TEGALSARI, AYOSURABAYA.COM -- Restorasi Bunker Tegalsari yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ditargetkan rampung hari ini. Rencananya, bangunan bersejarah itu hendak disulap menjadi sentra PKL dan public space.

Ketika AyoSurabaya.com berada di lokasi, ada sebuah plakat dari Pemkot Surabaya berisi tulisan yang menandakan Bungker Tegalsari berada di Jalan Tegalsari dan dibangun saat masa Hindia Belanda, sekitar tahun 1900-an dan menetapkan sebagai bangunan cagar budaya sesuai SK Wali Kota Surabaya No.188.45/230/436.1.2./2015, yang ditetapkan pada 23 September 2015. Hingga kini, restorasi Bungker Tegalsari dalam tahap pengerjaan oleh personel Dinas Cipta Karya Kota Surabaya.

Usia bangunan tersebut sama dengan Mapolsek Tegalsari. Konon, bangunan bersejarah itu diduga sebagai tempat pertaganan, perlindungan, hingga pengintaian ketika masa pemerintahan Hindia Belanda. Untuk Mapolsek Tegalsari, diprakirakan sudah menjadi kantor polisi sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda.

Bungker Tegalsari terbilang unik karena bentuk atap Bunker berbentuk segi 8 disertai sejumlah lubang ventilasi udara yang hampir serupa dengan bangunan kantor Polsek Tegalsari.

Pencinta sejarah di Surabaya, Kuncarsono Prasetyo, mengatakan, bangunan itu memang difungsikan untuk tempat perlindungan pada masanya dahulu.

"Era tahun 1920-an, itu memang diwajibkan memiliki bungker untuk perlindungan. Karena memang (diduga) ada ancaman perang dunia kedua," katanya saat dijumpai, Senin (19/4/2021).

Kuncarsono mengungapkan, semua bangunan yang dibangun pada tahun 1920-an diwajibkan memiliki bungker. Saat ini, salah satu bungker yang tersisa di Kota Surabaya terletak di belakang Polsek Tegalsari.

Menurutnya, ada sejumlah bunker di Kota Surabaya. Namun, belakangan ini, hanya ada di Tegalsari, Rumah Dinas Wali Kota, dan Jalan Veteran.

Lantas, mengapa diwajibkan memiliki atau membangun bunker secara sistemik di tahun tersebut?

"Di tahun 1920-an itu (rumah), kira-kira IMB-nya diwajibkan syarat menyediakan bunker, untuk perlindungan," tuturnya.

Kuncarsono menuturkan, bunker Tegalsari dan kantor Polsek Tegalsari pernah satu komplek pada zaman dahulu. Lambat laun, ditetapkan dalam SK Wali Kota sebagai cagar budaya. Pun dengan sejumlah lokasi bersejarah lainnya di kota Surabaya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar