Data Kasus Pembobolan Data Warga AS Akan Diboyong FBI untuk Penyelidikan

  Senin, 19 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi -- Data Kasus Pembobolan Data Warga AS Akan Diboyong FBI untuk Penyelidikan. (Pixabay)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Federal Bureau of Investigation (FBI) ingin membuka kasus pembobolan data warga Amerika Serikat (AS) dan mendalaminya. Pasalnya, ada temuan bahwa 2 tersangka yang ditangkap dalam kasus itu, diduga memperoleh perintah seseorang dari luar Indonesia.

Perihal itu, Legal attache FBI untuk Indonesia, John Kim mengapresiasi penangkapan yang dilakukan Polda Jatim terhadap 2 tersangka pembuat website palsu yang menyerupai milik pemerintah AS.

"Kami mengapresiasi bantuan Polda Jatim dalam penangkapan 2 WNI, yang diduga mencuri data pribadi ribuan Warga Negara AS," kata Kim, Senin (19/4/2021).

Kim menjelaskan, penangkapan tersebut menjadi salah satu bukti konkret buah kerja sama antar-aparat Indonesia dengan AS, yang menurutnya berjalan sangat baik. Bahkan, hal tersebut digadang-gadang sebagai wujud kemitraan dan kolaborasi yang baik untuk kedepannya. Kim menuturkan, kejahatan di dunia maya dalam semua tingkatan harus diberantas oleh semua pihak di seluruh negara.

"Kami terus mendukung upaya Indonesia untuk memerangi kejahatan transnasional," tuturnya.

Terpisah, Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman mengungkapkan, data hasil ungkap kasus yang dilakukan Subdit Siber Ditreskrimsus akan dibawa FBI. "Infonya, data dari kami (Ditreskrimsus Polda Jatim) akan dibawa ke AS," katanya.

Data yang hendak dibawa FBI ke AA itu bertujuan untuk membuka kasus dan penyidikan tersendiri. Supaya, dapat mencari dan memburu siapa saja yang terlibat di dalamnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, 2 tersangka pembuat website palsu, yakni SFR dan MCL ditangkap Ditreskrimsus Polda Jatim yang beker jasama FBI melalui Hubinter Polri. Modus yang digunakan adalah menyebarkan web palsu alias scampage yang menyerupai web resmi dalam mengambil data pribadi.

Keduanya melakukan aksinya sejak Mei 2020 sampai Maret 2021. Dalam melancarkan aksinya, ada 14 website resmi pemerintah AS yang ditiru, Antara lain:

1. Department of Revenue negara bagian Alabama Amerika Serikat;

2. Department of Transportation negara bagian Maryland Amerika Serikat;

3. Department of Transportation negara bagian Arizona Amerika Serikat;

4. Department of Transportation negara bagian Wisconsin Amerika Serikat;

5. Department of Transportation negara bagian Indiana Amerika Serikat;

6. Department of Motor Vehicles negara bagian California Amerika Serikat;

7. Department of Motor Vehicles negara bagian New York Amerika Serikat;

8. Bureau Of Motor Vehicles negara bagian Ohio Amerika Serikat;

9. Department of Motor Vehicles negara bagian Oregon Amerika Serikat;

10. Department of Motor Vehicles negara bagian Rhode Island Amerika Serikat;

11. Department of Vehicles negara bagian Alaska Amerika Serikat;

12. Website Department of Transportation negara bagian Kentucky Amerika Serikat;

13. Department of Employment Security negara bagian Illinois Amerika Serikat;

14 Department of Highway Safety and Motor Vehicles negara bagian Florida Amerika Serikat.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar