Batalkan Puasa, Adakah Manfaat Onani? Begini Cara agar Tak Kecanduan

  Senin, 19 April 2021   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi -- Batalkan Puasa, Adakah Manfaat Onani? Begini Cara agar Tak Kecanduan. (Unsplash/Hello I'm Nik)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Onani membatalkan puasa, lalu dari sisi medis, adakah manfaat onani?

Dikutip dari Republika, hukum onani baik di siang Ramadan ataupun di luar waktu Ramadan adalah haram dan perbuatan tersebut dapat membatalkan puasa. 

Bagi orang yang melakukan hal tersebut wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah dan mengqodho (mengganti) puasanya sebelum tiba Ramadan berikutnya, serta wajib baginya meneruskan puasanya sampai matahari terbenam. Dan tidak ada kewajiban kafarat baginya (memberi makan 60 fakir miskin), karena kafarat hanya dikhususkan apabila terjadi jima (hubungan suami istri).

Namun, mani atau madzi yang keluar disebabkan karena mimpi di siang hari, tidak membatalkan puasa. Demikian menurut pendapat ulama yang rajih.

Mengutip Alodokter, biasanya onani dilakukan dengan cara menyentuh, menggosok, atau memijat penis (pada pria) atau klitoris (pada wanita).

Pada pria, aktivitas ini diakhiri dengan ejakulasi atau keluarnya cairan dari kemaluan yang disebut dengan air mani. Di dalam cairan inilah terdapat sel-sel sperma. Saat mencapai orgasme, wanita juga dapat mengeluarkan cairan dari organ intimnya, tetapi hal ini lebih jarang terjadi.

Fakta tentang Manfaat dan Risiko Onani

Berikut ini beberapa fakta tentang onani berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang umum diajukan:

1. Apakah onani merupakan aktivitas yang tidak normal?

Secara medis, onani bukanlah perilaku yang tidak normal. Onani baru dianggap berbahaya jika sudah mengganggu hubungan seksual Anda dengan pasangan, atau menimbulkan kecenderungan ingin melakukannya di tempat-tempat umum.

2. Adakah manfaat onani?

Onani memilliki beberapa manfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah untuk membantu Anda mengendalikan orgasme. Onani untuk melatih ejakulasi bisa menjadi salah satu cara untuk meringankan ejakulasi dini.

Tidak hanya itu, onani juga dianggap mampu mengurangi stres, membuat tidur lebih nyenyak, meredakan sakit kepala, serta memperbaiki suasana hati.

3. Apakah pria yang sudah memiliki pasangan tidak seharusnya melakukan onani?

Bukan sebuah pertanda buruk jika Anda masih onani meski sudah memiliki pasangan. Onani bisa saja dilakukan oleh orang yang sudah menikah, misalnya bila pasangannya sedang tidak ingin atau tidak bisa berhubungan seks. Tidak perlu khawatir, karena onani tidak akan mengurangi produksi sperma Anda.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pasangan Anda menjadi kurang nyaman jika Anda lebih memilih untuk melakukan onani. Ia bisa saja menganggap bahwa penyebab Anda masih onani adalah karena dirinya tidak mampu memuaskan Anda di ranjang.

Oleh karena itu, jalinlah komunikasi yang baik dan terbuka dengan pasangan. Anda dapat menjelaskan bahwa onani hanyalah selingan, dan bukan merupakan cara utama Anda mendapatkan kepuasan seksual.

4. Apakah benar onani bisa menyebabkan kebutaan dan tuberkulosis?

Onani bukan hanya dipercaya dapat menyebabkan kebutaan, tapi juga penyakit jiwa, tuberkulosis,  jerawat, bahkan kematian. Untungnya, itu semua tidak benar. Belum ada satu pun penelitian yang membuktikan kebenaran mitos-mitos tersebut.

5. Apakah terlalu sering onani menyebabkan disfungsi ereksi?

Disfungsi ereksi (impotensi) atau ketidakmampuan pria untuk mencapai ereksi saat berhubungan intim tidak disebabkan oleh sering onani.

Namun, terlalu sering onani memang bisa menyebabkan seseorang menjadi lebih terbiasa dan mungkin lebih menyukai cara ini untuk mencapai orgasme, ketimbang dengan pasangan. Hal inilah yang berisiko membuat kehidupan seksual dengan pasangan menjadi terganggu.

Melakukan onani secara sehat sebaiknya disertai dengan kesadaran untuk tidak melakukannya secara berlebihan. Hindari juga menyentuh, memijat, atau menggosok-gosok kemaluan terlalu keras, karena bisa menyebabkan nyeri, luka, atau bengkak pada alat kelamin.

 

Hal lain yang penting untuk diingat, jika kebiasaan masturbasi atau onani sampai mengganggu aktivitas keseharian atau mengganggu kehidupan seksual Anda dengan pasangan, sebaiknya konsultasikanlah hal ini ke dokter.

Cara agar Tidak Kecanduan Onani

Para ulama memandang onani membatalkan puasa karena dengan sengaja mengeluarkan mani dan tidak bisa menahan nafsu syahwat. Namun, bagaimana cara agar bisa berhenti onani?

Jika Anda kecanduan onani / masturbasi bahkan sudah tak kenal tempat dan waktu, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan pakar.

Selain itu, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk berhenti masturbasi secara bertahap yang bisa Anda coba, dikutip Insider:

1. Setop pornografi

Menonton atau melihat pornografi dapat meningkatkan keinginan masturbasi. Karena itu, hindari aktivitas tersebut.

2. Menyibukkan Diri

Hasrat untuk onani umumnya muncul saat Anda sendiri. Karena itu, sibukkan diri dengan hal-hal positif. Lebih baik jika kegiatan tersebut memiliki target jangka panjang atau selesai dalam waktu lama.

3. Perbanyak Olahraga

Orgasme dari masturbasi bisa menghasilkan hormon endorfin atau kebahagiaan.

Untuk mendapatkan hormon tersebut, carilah cara lain, salah satunya olahraga.

11 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan, Wajib Tahu

Tidur Sepanjang Hari saat Puasa, Dapat Pahala atau Tidak?

Mimpi Basah saat Puasa, Puasanya Batal atau Tidak?

4. Gunakan baju lebih tertutup atau pakaian tambahan

Saat menggunakan pakaian setengah telanjang, atau pakaian setengah terbuka akan mendorong seseorang lebih mudah mengakses alat reproduksi Anda.

Karena itu, untuk menghilangkan kebiasaan masturbasi, coba kenakan pakaian tertutup atau tambahan ekstra, karena pakaian yang berlapis bisa jadi pengingat jika Anda ingin menghilangkan kebiasaan masturbasi.

5. Cobalah merasa malu saat masturbasi

Masturbasi selalu mendapat stigma negatif di masyarakat. Semakin sering dilakukan, akan semakin memalukan. Cobalah merasa malu setiap kali melakukan masturbasi.

6. Menikah

Cara yang dianjurkan Islam untuk menghindari maksiat adalah dengan menikah.

KH Hilman Rosyad Syihab,LC, dikutip dari Republika, mengatakan, onani atau istmna adalah perbuatan yang terlarang, meski ada pendapat yang memperbolehkan, itupun pada kondisi darurat ketika dihadapkan pada pilihan berzina. Namun, intinya tetap terlarang. Dan bila dilakukan siang hari di bulan Ramadan maka membatalkan puasa hari tersebut.

5 Penyakit Berbahaya Jika Tidur Setelah Sahur, Stroke hingga Gagal Diet

Mimpi Basah saat Puasa, Boleh Lanjut Asal Mandi Junub, Ini Tata Caranya 

Cara Berbuka Puasa Sehat ala Rasulullah SAW

"Solusi menghentikan kebiasaan (onani) tersebut segeralah menikah. Bila menikah belum siap maka ber-isti'faf, yaitu menghindarkan diri dari hal-hal yang menjurus kepada perbuatan masturbasi serta menyibukkan diri beribadah (puasa, dzikir, tilawah dan lain-lain) dan kegiatan mubah lainnya yang memalingkan syahawat seperti olah raga atau membaca buku motivasi," katanya.

 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar